Surabaya (beritajatim.com) – Siti Nurjanah (64) mendapat kesempatan pertama masuk ruang operasi. Ia berjalan tenang karena yakin ditangani para dokter berpengalaman.
Keluhannya pandangan yang kabur. Kondisi ini semakin hari membuatnya merasa semakin tidak nyaman.
Apalagi saat menjadi guru, harusnya Ibu Siti sudah mulai rajin menggunakan kacamata sejak dulu. Namun, penggunaan alat bantu itu ia abaikan begitu saja karena berpikir sekadar masalah pandangan mata kabur biasa.
Lambat laun Ibu Siti Nurjanah didiagnosis mengalami katarak. Siti mengikuti operasi katarak gratis untuk nasabah Bank Mandiri Taspen.
Operasi katarak bagi nasabah dan keluarga nasabah Bank Mandiri Taspen ini bukan hanya memberikan harapan bagi lansia dan manula. Mereka yang sudah pensiun dan pulang kampung halaman akhirnya bisa menginjakkan kakinya di kota, dimana mereka bertugas.
Hal ini dialami oleh Hartoto, Purnawirawan TNI AD yang dulu dinas di Kodam V Brawijaya Surabaya. Setelah purna, ia kembali ke Madiun, Jawa Timur. Sebagai pensiunan, Hartoto tidak lagi mendapatkan gaji yang besar. Transferan dari negara hanya bisa untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari.
Hartoto pun rela datang bolak-balik Madiun-Surabaya demi mengobati katarak yang dideritanya. Dia pun sangat bersyukur dengan adanya program operasi katarak yang digelar oleh Bank Mandiri Taspen. Mengingat, jika operasi dilakukan mandiri maka biayanya sangat mahal dan tidak terjangkau bagi para pensiunan.
“Loh mas kita ketemu lagi,” canda Hartoto sambil jabat tangan.
Purnawirawan TNI AD ini pun berharap kegiatan serupa digelar rutin oleh Bank Mandiri Taspen. “Mudah-mudahan diadakan tiap tahun rutin. Karena kasihan bapak-bapak kita yang sepuh-sepuh yang penglihatannya kurang. Jadi ya harapan saya semoga tiap tahun ada. Maklumlah pensiunan kan terbatas,” tuturnya.
Operasi katarak berlangsung antara 15-30 menit. Setelah itu pasien butuh waktu penyembuhan atau pemulihan selama kurang lebih satu hari.
34 lansia dan manula di Surabaya mendapatkan harapan baru untuk kembali melihat dengan jelas melalui program operasi katarak gratis “Mantap Melihat” yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri Taspen bekerja sama dengan Allianz Indonesia.
Program ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri Taspen dalam meningkatkan kesehatan nasabah dan menunjukkan sinergi yang kuat antara sektor perbankan dan asuransi.
Sinergi Bank Mandiri Taspen dan Allianz Indonesia
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Elmamber Petamu Sinaga, mengatakan bahwa program operasi katarak ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung kesehatan nasabah.
“Inisiatif ini adalah langkah nyata kami dalam memenuhi tanggung jawab sosial. Kami percaya bahwa dengan kesehatan yang baik, nasabah kami dapat menikmati hidup yang lebih bahagia dan sejahtera,” terang Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Elmamber Petamu Sinaga.
Danis Samagan, Head of Digital, Credit Life & Emerging Consumers di Allianz dalam kesempatan yang sama ikut menyampaikan rasa bangga.
“Kami percaya bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap individu. Dengan program operasi katarak ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami lebih dari sekedar penyedia layanan asuransi; kami adalah mitra dalam kesehatan dan kesejahteraan nasabah,” ucapnya.
Inisiatif Bank Mandiri Taspen dan Allianz Indonesia dalam menyelenggarakan program operasi katarak ini diharapkan akan berkontribusi besar dalam mencegah kebutaan akibat katarak.
Pada akhirnya, bisa meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan nasabah. Tidak hanya pada kesehatan visual tetapi juga pada aspek sosial ekonomi kehidupan nasabah dan keluarganya [rea/ian]






