Ponorogo (beritajatim.com) – Siti Atikoh Suprianti, Istri calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk mendaftarkan Reog sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) kepada UNESCO. Langkah itu sebagai bentuk antisipasi, supaya Reog Ponorogo tidak bisa diakui oleh negara lain, sebagai budayanya.
“Antisipasi dari kebijakan Pak Bupati luar biasa dengan mendaftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO. Reog ini agar tidak diklaim negara lain,” ungkap Atikoh saat safari politiknya di Ponorogo, Senin (18/12/2023).
Ini sebagai langkah yang penting. Sebab, Reog merupakan benar-benar warisan leluhur Ponorogo, yang menjadi kebanggaan Indonesia. Masyarakat pun harus bangga, karena memiliki budaya yang adiluhung yang luar biasa.
“Budaya merupakan jati diri bangsa. Reog Ponorogo benar-benar warisan leluhur. Masyarakat harus bangga memiliki budaya adiluhung yang luar biasa,” katanya.
Kabupaten Ponorogo pun mentahbiskan diri sebagai kota budaya, sebab selain menjadi asal-usul Reog, di Ponorogo juga akan dibangun museum, yang juga akan menjelaskan tentang Reog Ponorogo dan peradabannya. Tentu ini sangat bagus sekali, sebab bisa meningkatkan perekonomian.
“Jika pariwisata maju, dagangan pun akan laris. Usaha kerajinan maupun UMKM-nya juga pasti laris,” katanya.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Ponorogo, perempuan kelahiran Purbalingga Provinsi Jawa Tengah itu, melakukan napak tilas blusukan dari suaminya Ganjar Pranowo beberapa tahun lalu di bumi reog. Salah satunya dengan mengunjungi sentra kuliner Sate Ponorogo di pertigaan Ngepos. Di tempat tersebut, Atikoh duduk di tempat yang sama, yang dulu diduduki oleh Ganjar Pranowo pada tahun 2020 lalu. Dia pun menikmati tusuk demi tusuk sate ayam khas Ponorogo.
Sama dengan suaminya, Atikoh menilai sate ayam khas Ponorogo yang baru Ia makan enak sekali. Menurutnya, bumbunya lengkap, tidak hanya disambalnya, namun irisan daging ayam di sate pun juga dikasih bumbu. Sehingga itulah yang membuat sate ayam khas Ponorogo terasa enak.
“Ini bukan pertama kali, sudah pernah. Dulu tidak ikut saat mas Ganjar ke sini,” pungkasnya. (end/ian)






