Ngawi (beritajatim.com) – Puluhan siswa SMKN 1 Sine, Kabupaten Ngawi, yang sempat dirawat akibat diduga keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kini telah pulih dan kembali bersekolah. Kepastian ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Ngawi, Gunadi Ash Shidiq, usai melakukan inspeksi mendadak ke Puskesmas Sine.
“Mohon digarisbawahi, semua korban sudah pulang ke rumah dan sudah kembali sekolah. Clear ya, sudah clear ini,” ujar Gunadi, Kamis (2/10/2025).
Meski kondisi siswa sudah normal, Gunadi mengungkapkan adanya temuan dugaan penyebab keracunan. Ia menyebut makanan yang dikonsumsi siswa diduga sudah melewati batas kedaluwarsa.
“Yang dikonsumsi itu jatah untuk yang kedaluwarsa. Artinya, makanan sudah melebihi batas kesehatan dari menu makanan itu sendiri. Kalau sudah melewati batas waktu, bisa menjadi racun. Tapi ini lebih lanjut bisa ditanyakan pada pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan,” jelasnya.
Gunadi menilai program MBG perlu dievaluasi karena jumlah penerima yang besar tidak sebanding dengan keterbatasan SDM dapur penyedia. Proses penyajian yang menumpuk, menurutnya, berisiko menurunkan kualitas makanan dan menyebabkan keterlambatan distribusi.
“Secara rasional, makanan itu tidak bisa dipercepat. Misalnya goreng tempe, tidak bisa yang seharusnya 10 menit dipaksa jadi 2 menit. Kalau jumlahnya banyak lalu menumpuk, bisa menyebabkan keterlambatan makan. Akhirnya berisiko menimbulkan keracunan,” terangnya.
Sebagai solusi, DPRD Ngawi merekomendasikan agar pengelolaan MBG dikembalikan ke sekolah masing-masing. Dengan begitu, distribusi makanan lebih mudah dipantau, lebih efisien, sekaligus memberdayakan potensi lokal.
“Sekolah sebenarnya sudah punya kemampuan lama dalam mengelola makanan, meski jumlahnya kecil. Kalau dikembalikan ke sekolah, anak-anak bisa ambil sendiri di dapur karena berada di lingkungan sekolah. Itu lebih efisien dan memberdayakan lokal,” ujar Gunadi.
Terkait operasional Sentra Penyedia Program Gizi (SPPG), Gunadi menyebut pihak penyedia saat ini diberhentikan sementara pascakejadian. “Setahu kami, begitu terjadi keracunan langsung dihentikan oleh pihak berwenang,” pungkasnya. [fiq/beq]






