Gresik (beritajatim.com) – Siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Gresik menarik perhatian dengan kegiatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang mereka selenggarakan. Dalam aksinya, puluhan siswa tidak hanya mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah di rumah.
Para siswa berkeliling dan memberikan penjelasan kepada pengunjung mengenai pentingnya memilah sampah dan cara membuat eco enzyme. Antusiasme pengunjung terlihat dari habisnya stok eco enzyme yang dihasilkan oleh siswa.
Ashafira Ramadhina Gobel, salah satu siswi SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, menyampaikan kebahagiannya.
“Saya sangat senang bahwa dalam kegiatan ini kami berhasil menjual produk buatan sendiri, yaitu eco enzyme. Eco enzyme kami buat dari 3 jenis kulit buah, meliputi melon, semangka, jeruk, dan pepaya, ditambah dengan gula merah dan air bersih,” kata Ashafira.
BACA JUGA:
Ratusan Guru Ngaji di Ring Satu Petrokimia Gresik Dapat Pelayanan Kesehatan Gratis
Ia juga menyoroti kurang optimalnya pengelolaan sampah oleh masyarakat, yang seringkali membakar sampah di pekarangan.
“Banyak yang mengelola sampahnya dengan cara dibakar di pekarangan. Padahal, ini sangat berbahaya karena dapat menciptakan polusi udara dan risiko kebakaran. Kami dan guru pembimbing akan terus mendidik masyarakat agar mengelola sampah dengan baik, termasuk melalui pengelolaan sampah organik di rumah dan sekolah,” tambahnya.
BACA JUGA:
Atasi Banjir, Perbaikan Saluran Air di Jalan Samanhudi Gresik Dipercepat
Guru pembimbing, Khoirun Nisa, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada warga sekolah dan para wali murid solusi kreatif dalam mengatasi masalah sampah.
“Melalui pengelolaan sampah organik di rumah dan pembuatan eco enzyme, siswa belajar sambil mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya. [dny/beq]






