Jakarta (beritajatim.com) – Sirkuit Buriram, Thailand, ang terkenal sebagai tuan rumah MotoGP, kini bertransformasi menjadi tempat perlindungan darurat bagi lebih dari 8.000 warga desa. Langkah ini diambil menyusul pertempuran sengit di wilayah perbatasan Thailand-Kamboja, yang dipicu oleh sengketa wilayah dekat kuil kuno.
Konflik bersenjata pecah awal pekan ini, berakar dari ketegangan yang meningkat setelah seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak lintas batas pada Mei lalu.
Bentrokan kembali terjadi pada Kamis (24/7/2025), dengan tembakan artileri yang berlangsung hingga Jumat (25/7/2025).
“Lebih dari 8.000 penduduk desa telah dievakuasi ke sirkuit ini sebagai bagian dari upaya melindungi mereka dari dampak konflik. Kami berharap situasi ini segera mereda, dan instansi terkait dapat memberikan bantuan kepada mereka yang terkena dampak,” bunyi pernyataan resmi pengelola Sirkuit Buriram.
Hingga kini, MotoGP belum merilis pernyataan resmi terkait situasi di Thailand. Namun, pada hari yang sama, mereka mengumumkan kalender balap 2026, dengan Thailand tetap menjadi tuan rumah putaran pembuka pada 1 Maret 2026.
Perdana Menteri Thailand, dalam pernyataannya pada Jumat (25/7/2025), menegaskan bahwa ia tidak memperkirakan sengketa ini akan berkembang menjadi konflik skala penuh.
“Kami sedang berupaya menenangkan situasi dan melindungi warga kami,” ujarnya, memberikan secercah harapan di tengah ketegangan. [faw/suf]






