Bondowoso, (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menegaskan bahwa penataan alun-alun sebagai wajah utama kota harus dilakukan secara kolaboratif. Bukan dengan solusi instan seperti relokasi pedagang kaki lima (PKL).
Menurutnya, alun-alun merupakan etalase pertama yang dilihat masyarakat luar saat memasuki Bondowoso.
“Memang selayaknya kondisi alun-alun harus asri, rindang, dengan tetap melekat identitas sebuah daerah,” ujarnya kepada BeritaJatim.com, Jumat (18/4/2025).
Sinung menyebut, alun-alun Bondowoso adalah yang terluas di Jawa Timur sehingga penataannya membutuhkan anggaran lebih besar dibanding kota lain.
Namun, di tengah efisiensi anggaran tahun 2025, penataan tetap harus diupayakan melalui berbagai potensi kolaboratif.
“Kita tidak boleh terus diam dan menunggu. Banyak potensi lain yang bisa digandeng, seperti pihak ketiga atau perusahaan, dengan kompensasi tertentu, seperti iklan,” kata legislator PDIP tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan keberadaan UMKM dengan estetika alun-alun. Menurutnya, UMKM tidak seharusnya dipandang sebagai pengganggu keasrian, tapi sebagai bagian dari daya tarik kota.
“Kita tidak boleh berpikir alun-alun itu asri dengan tidak adanya UMKM. Tidak boleh. Tapi bagaimana mengkolaborasikan keindahan dan kenyamanan dengan keberadaan UMKM yang menjual makanan, snack, minuman, dan lainnya,” tegasnya.
Menanggapi wacana relokasi PKL sebagai solusi penataan, Sinung menyebut pola pikir tersebut sebagai pendekatan instan.
“Itu pola pikir yang sangat instan. Golek gampange dewe. Harus duduk bersama, berpikir sedikit ruwet, dikomandani oleh orang yang memang ahli di bidangnya,” ujarnya.
Ia mencontohkan kota Ngawi dan Ponorogo yang telah berhasil menata alun-alun dengan pendekatan kolaboratif.
Dalam pola itu, keberadaan UMKM tetap dipertahankan namun diatur dengan aturan tertulis yang disertai sanksi jika dilanggar.
“Kita tidak perlu merelokasi mereka (PKL). Tetap diajak bersama untuk memelihara trotoar yang kondisinya sangat memprihatikan,” tutupnya. (awi/but)






