Surabaya (beritajatim.com) – Flm Ms. Marvel adalah serial original dari pabrik produksi Marvel Studios yang mengenalkan karakter baru, Kamala Khan (Iman Vellani). Kamala Khan seorang remaja Muslim di Amerika yang lahir dan besar di Jersey City.
Dia gemar bermain video game dan menulis cerita fan-fiction. Selain itu, Kamala juga penggemar berat superhero yang sangat imajinatif, utamanya hal ini merujuk pada Captain Marvel.
Namun di lingkungan sekitarnya, Kamala sering merasa bahwa dirinya dianggap kurang penting. Hingga suatu ketika, dia mendapat kekuatan super layaknya para superhero yang ia idolakan- captain Marvel.
Ms Marvel bisa dikatakan menjadi jalinan segar dari MCU. Setelah sebelumnya penggemar disajikan karakter dan cerita “Moon Knight” yang begitu kompleks. Ms. Marvel menawarkan pengalaman menonton yang ringan, penuh warna, juga menyenangkan.
Selain itu, latar belakang Kamala yang terlahir di keluarga Muslim, rasa-rasanya akan sangat akrab dengan penonton dari Indonesia. Terdapat referensi dan kata familiar dengan penganut agama Islam. Sehingga serial ini langsung mendapat tempat di hati para penggemar.
Berkaitan dengan keluarga, tentu hal ini tidak bisa lepas dari nilai budaya yang ada dalam aspek cerita. Aspek personal Kamala menjadi elemen mendasar yang rumit dan terus berkembang.
Alih-alih hanya sekadar menjadi “bumbu” yang membedakan Kamala dengan pahlawan super MCU lain. Identitas diri Kamala jadi poin menarik dari film ini.
Hal itu bisa dilihat dalam momen-momen kecil di serial. Seperti saat Kamala dan Kamran terikat karena cinta mereka yang sama dengan bintang Bollywood Shah Rukh Khan. Atau saat Kalama dan Nakia mengeluh tentang lusuhnya bagian wanita masjid mereka.
[berita-terkait number=”3″ tag=”film”]
Ada pula pengetahuan yang bercerita tentang insiden Pemisahan India di tahun 1947. Sehingga pada akhirnya membentuk cara pandang mereka dan orang lain, stereotip Barat akan Muslim, juga feminisme yang coba digemakan oleh Muslimah.
Ms. Marvel yang dimotori oleh tim penyutradara yang terdiri dari Adil dan Bilall, Meera Menon juga Sharmeen Obaid-Chinoy. Keempat orang ini punya visi visual dan cerita yang bisa dibilang saling melengkapi.
Karakter Kamala yang dikisahkan ceria dan kreatif pun dipancarkan dengan baik lewat visual yang megah dan kaya warna. (dan/ian)






