Surabaya (beritajatim.com) – Apa jadinya jika rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi ruang paling menyesakkan?
Film Rumah Untuk Alie, adaptasi dari novel best seller karya Lenn Liu, di Sutradara oleh Herwin Novianto mengajak penonton menyelami cerita kelam seorang remaja perempuan yang harus bertahan di tengah kekerasan, trauma, dan luka keluarga yang tak kunjung sembuh.
Sinopsis
Alie Ishala Samatha (diperankan oleh Anantya Kirana) baru berusia 16 tahun, namun telah melalui lebih banyak penderitaan dari yang seharusnya dirasakan seorang anak seusianya. Lima tahun lalu, ibunya, Bunda Gianla, meninggal dunia dalam sebuah insiden yang sampai sekarang membekas.
Tanpa alasan yang adil, Alie dituduh sebagai penyebab kematian sang ibu oleh ayah dan keempat saudaranya Sadipta, Rendra, Samuel, dan Natta.
Sejak itu, rumah tempat ia tumbuh berubah drastis. Tidak lagi menjadi tempat pulang, melainkan penjara sunyi yang dipenuhi teriakan, hinaan, dan kadang kekerasan fisik. Tak satu pun anggota keluarganya membela, apalagi melindungi. Alie harus belajar hidup dalam dinginnya tatapan ayahnya sendiri, dalam tekanan mental yang terus menggerus harga dirinya.
Namun penderitaan Alie tak berhenti di rumah. Di sekolah, ia pun mengalami perundungan. Sebagai gadis yang dianggap bermasalah, ia menjadi bahan ejekan dan dijauhi oleh teman-temannya. Dunia seolah kompak menolaknya tidak ada tempat yang benar-benar bisa ia sebut rumah.
Meski terus disakiti, Alie tidak menyerah. Di balik luka-luka yang menganga, ia tetap memiliki harapan bahwa suatu hari keluarganya akan kembali melihat dirinya sebagai anak, sebagai adik, sebagai bagian yang layak dicintai.
Ia memilih untuk memahami bahwa kadang, orang yang terluka akan melukai kembali bukan karena benci, tapi karena tak tahu cara mengobati luka mereka sendiri.
Film ini tidak menampilkan Alie sebagai korban semata, melainkan sebagai potret anak yang punya keberanian luar biasa untuk tetap bertahan. Dengan naskah yang menyentuh dan visual yang emosional, Rumah Untuk Alie menjadi refleksi sosial yang relevan, terutama di tengah isu kekerasan dalam rumah tangga dan mental health.
Pemeran
Film ini dibintangi oleh Anantya Kirana sebagai Alie, Rizky Hanggono sebagai Abimanyu, Tika Bravani sebagai Dewi, Dito Darmawan sebagai Rama, Rafly Altama Putra sebagai Rendy, Andryan Didi, Faris Fadjar Munggaran, Sheila Kusnadi, dan Ully Triani.
Film Rumah Untuk Alie sudah tayang mulai 17 April 2025 kemarin di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Trailer resminya telah dirilis di kanal YouTube Falcon Pictures dan langsung menarik perhatian warganet karena penggambaran emosi yang kuat dan sinematografi yang menyayat. [aje]






