Surabaya (beritajatim.com) – Baby Blues adalah film garapan rumah produksi Indonesia yang sudah tayang pada Kamis (24/3/2022) di seluruh bioskop tanah air.
Film bertema keluarga itu bakal mengajak penonton masuk ke kehidupan pasangan suami-istri yang jiwanya tertukar ketika sang anak baru saja lahir.
Baby Blues menghadirkan sejumlah aktor dan aktris ternama tanah air untuk turut meramaikan peran. Ada nama besar seperti Vino G.
Bastian dan Aurelie Moeremans sebagai pemeran utama suami-istri. Selain itu, Baby Blues juga dibintangi oleh Abdurrahman Arif, Ratna Riantiarno, dan Mathias Muchus.
Sesuai dengan judul, film Baby Blues membahas tentang sebuah sindrom dengan nama yang sama. Sindrom baby blues ini adalah rasa cemas dan sedih berlebih yang dialami oleh perempuan usai melahirkan.
Dikisahkan dalam film ini, sang istri yang baru saja melahirkan seorang bayi perempuan jadi mengalami perubahan suasana yang drastis, mulai dari mudah marah, sensitif, dan menangis tanpa alasan yang jelas.
Film Baby Blues bukan hanya dikemas dalam genre keluarga, namun juga membuat penonton tertawa dengan unsur komedi.
Di samping itu juga akan ada sedikit genre fantasi saat jiwa pasangan suami-istri ini akan bertukar tubuh untuk saling mengerti tanggung jawab satu sama lain. Film ini cukup menarik bila ditonton bersama pasangan.
Kendati begitu, ternyata proses syuting Baby Blues sudah dilakukan sejak April 2020 lalu, namun sempat mengalami penundaan akibat pandemi yang kian meningkat.
Hal itu membuat beberapa latar belakang dalam film di beberapa tempat terlihat berbeda akibat perbedaan kondisi pandemi antara satu dan lain daerah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”film”]
Bukan hanya mengalami penundaan saat syuting, film Baby Blues juga mengalami penundaan rilis yang awalnya sudah dijadwalkan tayang pada Desember 2021, baru tayang di 2022.
Meski mengangkat tema yang cukup berat, namun film ini dikemas dengan ringan agar tetap dapat menghibur penonton.
Baby Blues tak terlalu mendalami satu perspektif tertentu, sehingga tidak dibuat untuk dinikmati oleh kelompok tertentu saja.
Andi Bachtiar Yusuf sebagai sutradara mengatakan film ini berusaha menghadirkan perspektif seimbang antara suami-istri namun masih ada batasan dengan peran gender yang konservatif dalam berumah tangga. Misalnya saja seperti laki-laki akan mencari nafkah sedangkan perempuan akan mengurus rumah. (dan/ian)






