Surabaya (beritajatim.com) – Film ‘Everything Everywhere All at Once‘ berhasil memborong 7 penghargaan dalam ajang bergengsi Academy Awards ke-95 atau Piala Oscar. Perhelatan ini digelar di The Dolby Theatre Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu (12/3/2023).
Sejumlah penghargaan yang berhasil dibawa pulang oleh film drama komedi absurd ini antara lain kategori Best Picture, Best Editing, Best Original Screenplay, Best Director, Best Actress, Best Supporting Actress dan Best Supporting Actor.
Rangkaian kemenangan ini membuat film yang rilis pada Juni 2022 tersebut menjadi film dengan pemenang Piala Oscar terbanyak tahun ini. Wajar saja, semenjak awal penayangannya film ini telah menuai banyak pujian dari para kritikus.
Lantas, seperti apakah cerita Everything Everywhere All at Once sebenarnya? Bagi kalian yang penasaran dan belum menontonnya, simak sinopsisnya berikut ini.
Sinopsis Film ‘Everything Everywhere All at Once’
Film ini berfokus pada Evelyn Quan, seorang wanita berdarah Amerika dan China yang menjalankan bisnis laundry bersama suaminya, Waymond. Hari – hari mereka jalani dengan datar, monoton dan membosankan.
BACA JUGA: ‘Everything Everywhere All at Once’ Menangkan 7 Kategori Piala Oscar, Termasuk Jadi Film Terbaik
Mereka memiliki seorang anak perempuan satu – satunya, yakni bernama Joy. Meski menjadi anak tunggal, banyak kekecewaan yang dirasakan Joy kepada orang tuanya.
Suatu ketika, ayah Evelyn, Gong Gong tiba di Amerika Serikat, dan mereka semua berencana untuk merayakan ulang tahun sang ayah. Namun sebelum itu, Evelyn dan Waymond mendapat panggilan untuk pergi ke Gedung Layanan Pendapatan Internal (IRS).
Rupanya, disitu pasangan suami istri tersebut menemui Deirdre Beaubeirdre untuk melihat proses audit dari bisnis laundry mereka. Akan tetapi, ada yang berubah dari Waymond dalam sekejap. Ia tiba – tiba berkata pada Evelyn untuk menjaga dirinya karena dunia dari dimensi lain akan datang. Waymond juga mengatakan bahwa mungkin Evelyn lah satu – satunya orang yang bisa mengatasi kekacauan tersebut.
Dari sini lah petualangan Evelyn di dunia paralel atau multiverse dimulai. Ia menjelajah alam semesta lain dengan terhubung pada kehidupan dirinya di semesta lain dan bisa ia jalani. Berbagai rintangan harus ia hadapi, tidak hanya masalah keuangan keluarganya namun juga keselamatan dunia.
Penonton pun diajak untuk melihat bagaimana aksi seru Evelyn yang terkadang membuat otak juga harus berpikir dengan keras.
Film yang disutradarai oleh Daniel Kwan dan Daniel Scheiner ini juga tercatat menjadi film terlaris A24 sepanjang masa dengan pendapatan USD 89 juta atau lebih dari Rp 1 triliun di seluruh dunia. Maka tak heran jika mereka berhasil memboyong 7 Piala Oscar sekaligus. (mnd/nap)






