Blitar (beritajatim.com) – Awan hitam menyelimuti perjalanan PSBI Blitar di babak 32 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur. Alih-alih menunjukkan taringnya sebagai salah satu kekuatan sepak bola Jawa Timur, tim berjuluk Singo Lodro ini justru terjerembab dalam krisis kemenangan setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Hasil memilukan ini memaksa anak asuh Kurnia Patmedi terbenam di dasar klasemen sementara Grup GG tanpa mengantongi satu poin pun. Sebuah anomali bagi tim dengan sejarah panjang yang kini justru harus berjuang dari ancaman eliminasi dini.
Nestapa PSBI bermula pada laga perdana saat mereka harus mengakui keunggulan Persinga Ngawi dengan skor tipis 1-2. Meski sempat memberikan perlawanan, kelengahan di barisan pertahanan membuat poin yang sudah di depan mata sirna.
PSBI pun harus puas takluk dari Persinga Ngawi dengan skor 1-2 di laga awal 32 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur. “Ngawi memang main bagus dan lebih siap. Anak-anak di hari pertama masih banyak adaptasi, terutama soal lapangan yang licin,” ucap Kurnia Patmedi usai kalah dari Persinga Ngawi beberapa hari lalu.
Bertekad menebus kegagalan di laga kedua, PSBI justru tampil antiklimaks. Saat bersua Akor FC Jombang, tim berjuluk Singo Lodro tersebut harus tertunduk malu karena kalah dengan skor 2-0.
Kekalahan 0-2 dari Akor FC ini menjadi tamparan keras bagi manajemen dan pendukung setia PSBI. Pasalnya dengan kekalahan ini membuat peluang PSBI Blitar lolos ke babak selanjutnya akan lebih berat.
Pasalnya di laga pamungkas PSBI Blitar harus bertemu dengan tuan rumah Persida Sidoarjo. Dengan kondisi saat ini, nampaknya mustahil bagi PSBI untuk melangkah lebih jauh di babak 32 besar Grup GG Piala Gubernur Jawa Timur. (owi/but)






