Surabaya (beritajatim.com) – Memasuki fase dewasa dan dikelilingi oleh pertemanan yang sudah menikah atau memiliki pasangan muncul perasaan dalam diri berkata ‘kapan?’.
Tidak sedikit mungkin yang menanyakan atau sekedar bercanda mengenai status jomblo kita. Perasaan itu terkadang memunculkan sebuah fase yang benama single shaming.
[berita-terkait number=”5″ tag=”jomblo, relationship”]
Stigma masyarakat lebih banyak yang percaya bahwa kebahagiaan dapat ditemukan ketika berpasangan. Meskipun tidak dapat dipungkiri, banyak dari mereka yang masih single dapat menciptakan kebahagiaannya sendiri.
bahkan ada yang berpendapat sudah merasa merasa nyaman sendiri.
Entah menyebutnya sebagai masalah atau fase, namun hal ini biasanya dialami oleh seseorang ketika memasuki umur 20-an. Tapi tidak sedikit anak remaja yang mengalaminya. Bagi mereka merasa sangat penting untuk memiliki pacar dan menjadi jomblo adalah sesuatu yang salah apalagi pada waktu yang cukup lama.
Maka dari itu, fase ini berkaitan dengan single shaming. Single shaming merupakan suatu perilaku seseorang yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja mempermalukan orang lain masih single atau jomblo. Secara tidak langsung, single shaming menyatakan jika status lajang adalah sesuatu yang rendah, salah dan keliru.
Faktanya, tindakan ini tidak berasal dari orang asing tapi sering dilakukan oleh orang terdekat. Mereka beranggapan jika single adalah sebuah keanehan. Seperti yang sudah dijelaskan, tindakan ini dapat terjadi secara sengaja dan tidak disengaja. Contohnya adalah pertanyaan, komentar, hingga lelucon seputar diri seseorang yang masih single.
Single shaming sangat berpengaruh pada kesehatan mental. Maka kita harus berhati-hati karena suatu perkataan atau pernyataan bisa dianggap sebagai single shaming apabila ada perasaan tersinggung, sakit hati, dan pikiran yang berlebihan.
Sebelum mengatakan sesuatu, cobalah berpikir ulang apakah itu akan menyebakkan single shaming atau tidak.Memang ini terlihat biasa tapi memberikan efek yang cukup bahaya pada kesehatan mental.
Efek psikologis yang diakibatkan oleh single shaming, yaitu:
- rasa malu
- menyerang kejiwaan
- merusak pencapaian
- mengikis harga diri, dan
- depresi.
Mungkin terkesan sepele, namun hal ini dapat merusak jiwa seseorang dari dalam sehingga mereka akan mempertanyakan tujuan hidup, value yang dipegang bahkan kehilangan kepercayaan diri. [prd/bjo]






