Jember (beritajatim.com) – Singhasari, klub sepak bola asal Malang, tidak mau menjadi juru kunci dalam kompetisi sepak bola Liga 3 Zona Jawa Timur Grup J, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Dalam pertandingan perdana, Rabu (10/11/2021), Singhasari digebuk 0-4 oleh Banyuwangi Putra. Empat gol Banyuwangi Putra dicetak Khairul Anam pada menit 16, Hendra Tristiady Hermawan pada menit 22, Galuh Dwi Kurniawan pada menit 44, dan Fikri Afrian Mahardika pada menit 68.
“Secara hasil kami kecewa. Tapi kami sadar diri, mayoritas pemain kami baru kali ini bermain di kompetisi level tiga. Kalau secara permainan, standar anak-anak ya saya maklum,” kata Choirul Huda, pelatih Singhasari.
Apalagi, frekuensi latihan Singhasari masih belum sesuai harapan. “Kemarin kami sempat latihan satu kali sebelum pandemi. Dengan naiknya pandemi, kami libur total. Sementara tim lawan (Banyuwangi Putra) ini berlatih terus-menerus. Faktor fisik dan kondisi lapangan juga seperti ini,” kata Huda.
Berdasarkan evaluasi Huda, para pemain Singhasari belum bermain tenang dan belum memahami taktik. Sebenarnya ia sudah menyiapkan taktik serangan balik cepat untuk menghadapi Banyuwangi Putra. “Tapi kondisi lapangan seperti ini (penuh genangan air), taktik ini tidak begitu berjalan,” katanya.
Berikutnya Singhasari akan menghadapi Persipro 1954 yang dalam pertandingan perdana dihajar 1-5 oleh Persid Jember. “Paling tidak kami tidak jadi juru kunci di sini,” kata Huda, tertawa.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Teguh Yofi Widianto, Kapten Singhasari, mengakui jika persiapan timnya kurang. “Kami latihan cuma satu minggu tiga kali. Masih di bawah standar Persid dan Banyuwangi Putra. Semoga kami ke depan bisa lebih baik. Kami siap fight melawan Persipro, PSIL, Persid. Kami akan berikan yang terbaik, karena kami wakil dari Malang,” katanya.
Menurut Teguh, secara materi, Singhasari tidak berbeda jauh. Kondisi lapangan yang tergenang air akibat hujan juga menyulitkan pemain. “Mau main umpan pendek tidak bisa. Mau main umpan panjang juga tidak berjalan,” katanya. [wir/but]






