Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjadi pembicara pada giat sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Desa Wotanmasjedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Sosialisasi yang diinisiasi oleh Komisi IX (sembilan) DPR-RI tersebut merupakan bentuk sinergitas antara DPR-RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkot) Mojokerto.
Sinergitas tersebut mewujudkan kehidupan sehat bagi masyarakat, khususnya di Bumi Majapahit. Fokus sosialisasi Germas yang digelar pada, Senin (16/9/2024) tersebut adalah pembahasan terkait penyakit tidak menular dan percepatan pengurangan angka stunting pada balita. Komisi IX DPR-RI diwakilkan oleh Muhammad Yahya Zaini yang merupakan anggota dari komisi tersebut.
Dalam sambutannya, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menekankan, untuk menjaga badan agar terhindar dari penyakit baik yang menular atau tidak, masyarakat perlu menerapkan gerakan CERDIK, gerakan yang telah dimasifkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
“Menurut Kementrian Kesehatan RI, kita harus melakukan gerakan CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rutin berolahraga, Diet secara seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawari pada arahannya menjelaskan bahwa sebagai bentuk keseriusan Pemkab Mojokerto dalam menyediakan pelayanan kesehatan, maka Pemkab Mojokerto telah melakukan renovasi pada gedung dan infrastruktur RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Kini rumah sakit tersebut telah dirombak ulang menjadi dua bangunan.
“Untuk melayani masyarakat yang sakit kita (Pemkab Mojokerto) bangun RSUD dr. Soekandar dengan dua bangunan empat lantai, yang satu poliklinik terpadu dan satu bangunan lagi untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) terpadu. Program ‘Pusaka Soekandar’ juga baru diluncurkan oleh RSUD Prof dr Soekandar,” katanya.
Bupati dengan gelar dokter itu mengarahkan bahwa apabila terdapat keadaan gawat darurat dalam bidang kesehatan, masyarakat Kabupaten Mojokerto bisa langsung menghubungi ke nomor darurat Kabupaten Mojokerto ‘112’. Nantinya, tegasnya akan ditangani langsung oleh para nakes yang bertugas, sesuai dengan keadaan pelapor.
“Sekarang kita ada pelayanan jemput kegawatdaruratan, jadi kalau semisal ada situasi kesehatan yang gawat bisa telpon 112, ini kemarin sudah saya resmikan, Pusaka Soekandar (Pusat Keamanan dan Kegawatdaruratan Soekandar),” bebernya.
Pada sosialisasi yang digelar di rumah salah satu warga Wotanmasjedong itu, tampak turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat, Perwakilan dari Kementrian Kesehatan RI, dan Perwakilan dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. [tin/kun]






