Malang(beritajatim.com) – Demonstrasi menuntut pengusutan Tragedi Kanjuruhan kembali digelar oleh ratusan Aremania.
Mereka menggelar demonstrasi dengan berhenti disejumlah titik selama 135 menit sebagai simbol jumlah korban meninggal dunia dalam Tragedi yang terjadi pada 1 Oktober 2022.
Adapun serangkaian aksi Aremania dimulai dari Stadion Gajayana, Kota Malang. Massa kemudian melakukan konvoi keliling Malang Raya menuju arah Kota Batu. Mengambil rute ke arah Pendem kemudian menuju ke Karangploso.
Setelah itu mereka menuju perempatan Karanglo atau depan exit tol Singosari. Disana mereka melakukan blokade arah Surabaya menuju Malang atau sebaliknya. Termasuk pintu masuk maupun pintu keluar tol juga ditutup.
Salah satu Aremania yang ikut dalam aksi unjuk rasa ini adalah Ambon Fanda. Dia mengatakan bahwa demonstrasi yang dilakukan untuk kesekian kalinya ini sebagai wujud kekecewaan mereka atas penanganan pengusutan Tragedi Kanjuruhan.
Mereka sengaja membuat aksi hingga menimbulkan kemacetan dengan berhenti di tengah jalan. Tujuannya agar pemerintah melihat perjuangan keadilan untuk korban Tragedi Kanjuruhan masih terus dilakukan Aremania di Malang.
“Kalau bikin macet bagaimana kabar mereka yang ditinggalkan (korban). Bagaimana mereka mereka yang cari keadilan. Negara ini butuh sesuatu yang heboh baru diperhatikan. Kalau kita diam saja negara akan lalai seperti kasus lainnya. Itu kenyataannya,” kata Ambon, Kamis, 8 Desember 2022.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Aremania juga meminta maaf kepada pengguna jalan bila aksi demonstrasi mereka menimbulkan kemacetan. Mereka meminta pengguna jalan untuk berempati pada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Dimana dalam tragedi itu sebanyak 135 orang meninggal dunia dan 600 lebih luka-luka.
“Jadi otomatis kita memang bikin macet, sedikit menggangu perekonomian yang ada. Kami mohon maaf, tapi mohon empati nurani dibuka kembali, lihat apa yang terjadi di Kanjuruhan,” imbuhnya.
Usai melakukan aksi demonstrasi di simpang 4 Exit Tol Singosari. Massa aksi menuju Mako Brimob di Ampeldento, Pakis, Kabupaten Malang. Di sana mereka juga akan melakukan aksi demonstrasi. Setelah itu menuju Polres Malang untuk titik terakhir demonstrasi hari ini.
“Kalau sampai detik ini masih tetap 6 tersangka dengan pasal kelalaian, bapak bapak polisi ini kerja atau tidak?. Sedangkan laporan jenis B sudah masuk ke Polres Malang tapi tidak ada tindak lanjut. Baru kemarin tok (pemeriksaan saksi). Hari ini kita hanya aksi diam. melihat mereka yang memang juga diam setelah membunuh saudara kami,” tandas Ambon. (luc/ted)






