Gresik (beritajatim.com)- Bekas kompleks pabrik PT Semen Indonesia (persero) Tbk di Kabupaten Gresik menyimpan keunikan tersendiri. Pabrik yang diresmikan presiden pertama Soekarno itu, meninggalkan bangunan sejarah yang menjadi saksi bisu hingga sekarang. Salah satunya, silo yang saat ini disulap menjadi tempat ibadah masjid bernama Silo Al Ilmi.
Tiga bangunan silo yang berdiri kokoh, direnovasi menjadi masjid. Keunikan ini pertama kalinya di Indonesia. Pasalnya, belum ada pabrik lain yang menyulap silo menjadi tempat ibadah maupun kampus Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI).
Founding Father UISI Dwi Soetjipto mengatakan, silo pabrik yang difungsikan sebagai masjid pertama kalinya di Indonesia dan belum ada pabrik lain memanfaatkan banguna serupa.
“Ini pertama kali, bagaimana tembok kokoh silo yang berdiri kokoh dijebol lalu digunakan ruangan masjid,” katanya, Jumat (16/5/2025).
Mantan Dirut Semen Indonesia dan Pertamina itu menuturkan, semula bangunan silo itu bekas pabrik Semen Indonesia di Gresik. Saat itu, pabrik yang berdiri 68 tahun lalu pindah ke Tuban karena habis bahan bakunya.
Ditengah perpindahan tersebut, nama Semen Gresik (SG) tetap dipakai di brand merek semen. Sebagai kontribusi kepada masyarakat Gresik setelah pabrik pindah. Untuk mengilhami serta legacy yang ditinggalkan. Dirinya mendirikan pusat keilmuaan dengan mendirikan UISI.
“Melalui pendidikan tersebut, nama brand Semen Indonesia tetap terangkat termasuk nama daerah Gresik,” tuturnya.
Sementara Rektor UISI Prof Herman Sasongko menyatakan selain dijadikan masjid. Silo yang direnovasi itu secara bertahap juga dibangun kampus. Langkah ini diambil untuk tetap menjadi kelestarian bangunan sejarah (heritage).
“Saat pertama kali dikukuhkan sebagai rektor. Saya bercita-cita mewujudkan kampus UISI menjadi tempat keilmuaan yang unggul. Termasuk menjadikan kampus heritage,” paparnya.
Herman menceritakan nama Masjid Silo Al Ilmi diilhami sewaktu Bulan Ramadan. Kata silo berarti wadah semen yang luas. Bila dihubungkan dengan keilmuan sebagai pusat ilmu seluas-luasnya. “Setelah masjid bangun, nantinya menyusul bangunan yang lain seiring program studi di UISI terakreditasi unggul,” pungkasnya. [dny/kun]






