Gresik (beritajatim.com)– PT SIG (Semen Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan 331 hewan kurban yang tersebar di 23 provinsi. Dari jumlah itu, 5 di antaranya dibagikan di Jawa Timur. Kelima daerah itu diantaranya Pamekasan, Gresik, Tuban, Banyuwangi dan Surabaya.
Pembagian hewan kurban itu, disalurkan ke masjid, yayasan, pondok pesantren, lembaga, dan instansi, serta pemukiman masyarakat di sekitar operasional perusahaan. Hewan kurban semua itu terdiri dari 186 ekor sapi dan 145 ekor kambing itu. Pembagian dilakukan secara bertahap.
Wilayah penyaluran hewan kurban dari SIG tersebar di 23 provinsi, meliputi Aceh, Riau (Dumai), Sumatra Barat (Padang), Lampung, Bengkulu, Sumatra Selatan (Palembang dan Baturaja), Jakarta, serta Banten (Cilegon).
Selanjutnya, Jawa Barat (Bogor), Jawa Tengah (Tegal, Kendal, Rembang, Blora, dan Cilacap), DI Yogyakarta (Sleman), Jawa Timur (Pamekasan, Gresik, Tuban, Banyuwangi Surabaya). Kemudian Kalimantan Barat (Mempawah), serta Kalimantan Timur (Balikpapan dan Samarinda).
Selain itu juga Sulawesi Selatan (Pangkep dan Makassar), Sulawesi Utara (Bitung), Sulawesi Tengah (Palu), Sulawesi Barat (Mamuju), Sulawesi Tenggara (Konawe Selatan), Maluku (Ambon), Maluku Utara (Tidore Kepulauan), Bali (Buleleng), serta Papua Barat (Sorong).
Salah satu penerima hewan kurban dari Dewan Kemakmuran Masjid Manban’ul Ulum, Kebomas, Gresik, Andik Widiyanarko menuturkan, lembaganya selalu mendapat bantuan hewan kurban dari SIG.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, distribusi daging kurban akan difokuskan kepada masyarakat, guru TPQ, serta pedagang kaki lima sekitar masjid,” tuturnya, Senin (17/6/2024).
Sementara itu, Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Hari Raya Iduladha tahun ini memiliki makna mendalam yang tidak hanya meningkatkan ketakwaan, tetapi juga mengajarkan untuk memiliki kepedulian sosial.
Bagi SIG sendiri, Iduladha menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dengan berbagi manfaat melalui hewan kurban kepada masyarakat.
“Tahun ini kami membeli hewan dari dari UMKM. SIG juga memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan telah melalui tes kesehatan sehingga layak untuk dikonsumsi,” katanya. [dny/suf]






