Gresik (beritajatim.com)- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam operasionalnya manfaatkan energi terbarukan penggunaan solar panel untuk penerangan pabrik, dan penerangan kantor.
Solar panel tersebut terpasang di SIG yaitu, 28 solar panel dengan kapasitas 10 kWp (kilowatt peak) telah terpasang di Pabrik Kantong Bukit Putus PT Semen Padang, 30 panel surya dengan kapasitas 15 kWp terpasang di kantor central control room PT Semen Gresik, solar panel berkapasitas 10 kWp di GHoPO-Tuban serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10 kWp di Pabrik Tonasa 5.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni menuturkan, penggunaan solar panel ini merupakan salah satu inisiatif terkait pengembangan energi baru terbarukan (EBT) serta dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan pemanfaatan energi yang ramah lingkungan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”semen-indonesia”]
Menurutnya, selain mendukung transformasi energi, melalui penggunaan solar panel mampu menghemat biaya listrik sehingga lebih efisien. “SIG menggunakan solar panel di wilayah operasional perusahaan karena mampu memberi hasil yang positif dan dapat mendukung kelestarian lingkungan,” ujar Vita Mahreyni, Jumat (3/09/2022).
Penggunaan Solar Panel juga menjadi salah satu inisiatif penurunan emisi karbon melalui penggunaan energi terbarukan. Pada tahun 2021, SIG telah melakukan beberapa program kerja utama yang merupakan bagian dari SIG ‘sustainability initiatives’ untuk mendukung upaya penurunan emisi karbon. Diantaranya penurunan clinker factor, peningkatan pemakaian alternative fuel dan efisiensi energi, meliputi listrik dan thermal.
“Kami selalu berupaya untuk melakukan efisiensi energi sekaligus meningkatkan penggunaan renewable energy. Sejak tahun 2019, komitmen ini telah diimplementasikan perseroan melalui penerapan ISO 50001:2018 tentang Sistem Manajemen Energi,” ungkap Vita Mahreyni.
Sistem manajemen ini lanjut dia, berfungsi untuk mengelola pemanfaatan energi melalui langkah PDCA (Plan, Do, Check, Action) yaitu perencanaan, implementasi, pemantauan dan langkah perbaikan. Sehingga, dapat membantu mengurangi penggunaan energi dan efisiensi biaya secara berkelanjutan dan sistematis.
“Saat ini SIG tengah melakukan studi kelayakan teknis, legal serta ketersediaan lahan lebih lanjut, sehingga kedepannya dapat mengoperasikan PLTS secara optimum di area operasinya,” pungkasnya. [dny/kun]






