Jombang (beritajatim.com) – Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Muhadjir Effendy mendapatkan temuan mengejutkan saat melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke Balai Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang Jawa Timur, Senin (12/9/2022).
Muhadjir mendapatkan pengaduan dari seorang ibu rumah tangga warga Desa Rejoagung Kecamatan Ploso bahwa dirinya membayar sekitar Rp1 juta saat persalinan. Di hadapan Muhadjir, wanita yang menggendong anak tersebut mengaku menjalanu persalinan di bidan desa setempat. Wanita itu juga mengaku belum tercover dalam program BPJS kesehatan.
Ada wanita lagi yang mengungkapkan pengakuan serupa. Hanya saja, dia mengaku bukan ber-KTP Jombang. “KTP saya masih Ponorogo. Saya menjalani persalinan di Jombang. Saya belum punya BPJS. Jadi waktu melahirkan masih dikenakan biaya,” kata wanita yang juga menggendong anak balita tersebut.
Pengakuan dua wanita tersebut membuat Muhadjir berang. Apalagi keduanya masuk kategori keluarga kurang mampu. Seketika itu juga Muhadjir menegur Kades Rejoagung Sugeng, Camat Ploso Tridoyo, serta Kepala Puskesmas setempat. “Pak Lurah, Pak Camat, tolong ini diselesaikan. Jangan sampai ada warga miskin yang tidak masuk BPJS,” ujar Muhadjir di depan puluhan ibu-ibu.
Pada kesempatan tersebut, Kades Sugeng langsung menghampiri wanita yang memberikan pengakuan mengejutkan tersebut. Sempat terjadi perdebatan kecil antara wanita itu dengan Sugeng. “Jangan ramai di sini. Nanti saja diselesaikan di desa,” kata Muhadjir menegur.
[berita-terkait number=”3″ tag=”muhadjir-effendy”]
Menurut Muhajir, seharusnya mereka yang kurang mampu dibantu pihak desa untuk mengurus BPJS kesehatan. Bahkan, jika sudah melahirkan anak namun belum ada BPJS Kesehatan, maka saat itu bisa langsung diurus sehingga pasien tersebut tidak mengeluarkan biaya sendiri.
Setelah acara, Muhajir menyatakan, dirinya ke Jombang untuk mengecek sekaligus mencocokkan program-program prioritas dari Presiden Joko (Jokowi) Widodo), terutama untuk pembangunan Sumber Daya Manusia. Karena laporan yang masuk, seluruh warga miskin sudah tercover BPJS. “Ternyata di lapangan beda. Masih ada warga kurang mampu yang tidak terakomodir,” ujarnya.
Mencuatnya pengakuan ibu-ibu ini ketika Muhadjir melakukan dialog di Balai Desa Losari Kecamatan Ploso. Muhadjir duduk di depan didampingi Camat Ploso Tridoyo. Sedangkan di depan Muhadjir nampak puluhan emak-emak. Menko PMK lalu bertanya kepada warga tentang kepesertaan BPJS Kesehatan.

Nah, dari situlah ada dua wanita yang mengangkat tangannya. Keduanya menceritakan bahwa masih dikenakan biaya saat menjalani persalinan. “Tolong segera didata hari ini juga, nanti diusulkan sebagai penerima BPJS kesehatan untuk berstatus sebagai PBI (penerima bantuan iuran) daerah juga nanti diusulkan ke pusat,” kata Muhadjir memberikan solusinya.
Dalam sidak tersebut, Menko Muhadjir datang bersama rombongan. Begitu memasuki balai desa, Menko PMK langsung menyapa warga. Bahkan Muhadjir juga sempat menggendong anak-anak balita yang terkena stunting. “Kunjungan ini tidak kami beritahukan sebelumnya. Namanya juga sidak, maka harus mendadak,” pungkasnya. [suf]






