Surabaya (beritajatim.com) – PT Darma Lautan Utama (DLU) mulai mematangkan strategi menghadapi arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Melalui momentum buka puasa bersama mitra usaha dan ekspedisi di Surabaya, DLU memastikan kesiapan layanan transportasi laut guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan distribusi logistik.
Direktur Utama PT DLU, Erwin H. Poedjono, mengungkapkan bahwa koordinasi telah dilakukan sejak Desember 2025 guna menjamin aspek keselamatan dan kenyamanan pelayaran.
Untuk angkutan Lebaran 2026, DLU menyiapkan total 49 armada yang terbagi dalam tiga kategori lintasan. Yakni, 23 Armada Lintas Penyeberangan, 23 Armada Lintas Jarak Jauh dan 3 Armada Lintas Perintisan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, libur Lebaran 2026 yang jatuh pada 21-22 Maret 2026 berdekatan dengan Hari Raya Nyepi serta didukung kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16-27 Maret.
”Dengan rangkaian libur panjang dan kebijakan WFA, masyarakat memiliki fleksibilitas lebih dalam menentukan jadwal mudik. Kami berharap distribusi penumpang dan logistik bisa lebih merata,” ujar Erwin.
Owner PT DLU yang juga Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, yang hadir dalam acara tersebut mengingatkan bahwa kelancaran truk logistik sangat krusial bagi industri nasional. Ia menekankan bahwa lonjakan pemudik tidak seharusnya membuat distribusi logistik terhambat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo, menyoroti kebijakan pembatasan angkutan logistik (SKB) yang diharapkan lebih fleksibel.
Khoiri memberikan catatan kritis terkait kendala di lapangan. Menurutnya, antrean panjang di pelabuhan penyeberangan utama seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk bukan disebabkan oleh kurangnya armada kapal, melainkan keterbatasan infrastruktur dermaga.
Merak-Bakauheni: Dari 71 izin kapal, rata-rata hanya 28 kapal yang bisa beroperasi setiap hari karena keterbatasan sandar.
”Idealnya perlu penambahan lima pasang dermaga di Ketapang. Dengan tambahan dua dermaga saja, kapasitas angkut bisa meningkat hingga 50 persen,” tegas Khoiri.
DLU berharap pemerintah dapat memprioritaskan penguatan infrastruktur dermaga agar arus mudik dan pasokan logistik nasional pada Lebaran 2026 dapat berjalan tanpa hambatan berarti. (tok/ian)






