Blitar (beritajatim.com) – Aksi pencurian yang terjadi di Stasiun Jura, sisi selatan Gunung Kelud, Blitar, menyisakan banyak tanda tanya. Bagaimana tidak, alat deteksi aktivitas vulkanik yang dicuri tersebut total memiliki berat sekitar 150 kilogram.
Peristiwa ini memunculkan dugaan bahwa pelaku pencurian bukanlah orang biasa dan beraksi dengan sangat nekat. Diduga pelaku pencurian alat deteksi Gunung Kelud ini pun bukan tunggal.
“Orang-orang tertentu aja yang kuat mengangkut itu karena 6 accu itu pasti banyak orang bawanya, karena beratnya hampir 25 kilogram lebih hampir 30 kilogram itu,” ucap Budi Prianto, Petugas Jaga Pos Pantau Gunung Kelud, Rabu (10/9/2025).

Diketahui peralatan yang hilang dicuri tersebut adalah GNSS Leica GR30, seismik broadband certimus, kabel grounding tower, penangkal petir, kabel solar panel, 6 unit accu panasonic, siwtch hub moxa. Dari beberapa komponen tersebut accu menjadi alat yang paling berat, dengan bobot 25-30 kilogram per unit.
Dengan kondisi tersebut maka kecil kemungkinan pelaku pencurian hanya seorang diri. Para petugas jaga pun menduga pelaku pencurian juga bukan pendaki Gunung Kelud.
“Sapi saya pikir kalau yang mengambil pendaki enggak mungkin ya karena mereka jalan aja sudah kecapekan,” bebernya.
Kenekatan pelaku pencuri juga bisa terlihat dengan aksinya yang merusak pintu besi di Stasiun Jura tempat alat deteksi itu dipasang. Sejatinya Stasiun Jura telah digembok dengan besi namun oleh pelaku pengaman tersebut dirusak dan dibobol.
Kini alat deteksi senilai Rp.1,5 miliar itu pun telah raib. Petugas Jaga Pos Pantau Gunung Kelud pun akan melaporkan kasus pencurian ini ke polisi. (owi/but)






