Siapa Dia

Siswi Asal Ponorogo Jadi Calon Mahasiswa Termuda di FK Unair

Risqi Nabila Ramadhani(baju kuning) ditemani mamanya, saat mengunggah persyaratan daftar ulang di Prodi Kedokteran Unair Surabaya. (Foto/Endra Dwiono).

Ponorogo (beritajatim.com) – Usia tidak menjadi hambatan seseorang untuk berprestasi di bidang pendidikan. Setidaknya  itulah yang dirasakan oleh Risqi Nabila Ramadhani. Saat ini usianya baru menginjak 15 tahun 8 bulan.

Putri sulung dari pasangan Amin Syaifuddin dan Novita  Rahmawati itu baru saja diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair Surabaya). Dia menjadi calon mahasiswa termuda di fakultas tersebut, setelah diumumkan lulus seleksi jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021.

Semangat belajar dan dukungan dari orangtua yang membuatnya bisa mengebut akademiknya selama ini. Bayangkan saja, Risqi Nabila hanya membutuhkan waktu 10 tahun untuk menyelesaikan pendidikan SD hingga SMA-nya. Seperti anak-anak lainnya, bangku SD di SD Muhammadiyah Ponorogo dilaluinya selama 6 tahun. Lulus SD, Rizqi Nabila melanjutkan ke MTsN 2 Ponorogo.

Hanya membutuhkan waktu 2 tahun untuk lulus di madrasah tersebut. Sebab ia masuk program akselerasi. Begitupun saat di bangku SMA, di SMAN 1 Ponorogo Risqi Nabila juga lulus dengan waktu 2 tahun, setelah ikut program kelompok belajar cepat (KBC). Tak heran jika kini ia diperbincangkan khalayak ramai karena menjadi calon mahasiswa termuda di fakultas kedokteran Unair.

“Saat SD itu normal 6 tahun, kemudian waktu  SMP dan SMA itu ikut program akselerasi. SMP lulus 2 tahun, SMA juga lulus 2 tahun. Jadi saat daftar ke fakultas kedokteran Unair, usiaku belum genap 16 tahun,” kata Risqi Nabila Ramadhami, saat beritajatim.com menemuinya di rumahnya, Kamis (25/3/2021).

Cita-citanya  yang ingin menjadi dokter sukses diusia muda menjadi motivasinya selama ini. Dia kepingin mempelajari bagian-bagian tubuh manusia. Untuk merealisasikan keinginannya tersebut, Dia sadar, harus belajar dengan lebih giat. Hampir disetiap waktu luangnya digunakan untuk belajar dan belajar.

“Waktu SD masih bisa bermain dengan teman-teman. Tetapi memasuki SMP dan SMA kerena ikut program akselerasi, saya menghabiskan waktu untuk belajar, dan mengerjakan tugas,” katanya.

Awalnya Risqi Nabila tidak menduga dirinya lolos ke Fakultas Kedokteran Unair lewat jalur SNMPTN. Sebab ia tahu kalau persaingannya sangat ketat. Untuk bisa masuk di Unair, harus dilihat dari ranking paralel satu di sekolah. Selain itu juga dilihat dari Indeks sekolahnya. Dan Risqi Nabila menyebut bahwa calon mahasiswa dengan ranking paralel 1 dan dari sekolah yang Indeks-nya bagus itu banyak yang daftar kesana.

“Tau lulus ya sangat senang, langsung sujud syukur. Sempat gak nyangka diterima, karena persaingannya ketat sekali di Fakultas Kedokteran itu. Alhamdulillah, bersyukur pada Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara itu mama Risqi Nabila, Novita Rahmawati mengaku dia dan suaminya selama ini selalu mendukung apa yang ingin dicita-citakan putri sulungnya tersebut. Novita yang juga seorang guru itu juga selalu memotivasi anaknya tersebut, bahwa untuk meraih cita-citanya itu tidak gampang, perlu belajar yang sangat giat.

“Selama itu baik, kami akan mendukung anak kami,” katanya.

Novita mengaku selama ikut program akselerasi, baik di MTsN 2 Ponorogo maupun di SMAN 1 Ponorogo, anaknya jarang bermain dengan teman sebayanya. Waktu luangnya digunakan untuk belajar. Seusai pulang sekolah, Risqi Nabila belajar lagi di dua bimbingan belajar (bimbel). Selain itu dirinya juga mengundang guru privat untuk mengajari anaknya saat di rumah.

“Saya yang memenej waktunya, kadang guru privatnya sudah datang, dek Risqi masih di bimbel. Itu dilakukannya dengan senang hati, ya kami selalu mendukungnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ada 4 siswa yang berusia dibawah 16 tahun yang berhasil lulus SNMPTN tahun 2021 di Unair. Calon mahasiswa termuda ialah Ainiyah Hasna Fadhilah dari MAN 2 Kota Madiun yang lahir pada tanggal 15 November 2005. Gadis dari kota pecel itu diterima di Prodi Kesehatan Masyarakat. Kemudian yang kedua, ada Hasna Azizah dari SMAS International Islamic High School (IIHS) DKI Jakarta. Diterima di Prodi Hukum, Hasna Azizah lahir tanggal 23 September 2005. Ketiga Rizqi Nabila Ramadhani yang lahir pada tanggal 19 Juli 2005, diterima di Prodi Kedokteran. Dan yang terakhir adalah Anditya Azzahra dari SMAN 1 Taman Sidoarjo yang lahir pada 17 Juni 2005, ia diterima pada Prodi Farmasi.(end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar