Ponorogo (beritajatim.com) – Sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) APBD 2025 Kabupaten Ponorogo mencapai sekitar Rp96 miliar. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan Silpa tahun sebelumnya yang sebesar Rp87 miliar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengungkap ada beberapa faktor yang menyebabkan anggaran itu belum terserap.
Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Sugiarto, mengatakan penyebab utamanya adalah sejumlah proyek infrastruktur yang tidak dapat direalisasikan. Selain itu, penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) juga belum maksimal. Hal serupa juga terjadi pada realisasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau.
“Selain beberapa ruas infrastruktur yang tidak bisa kami kerjakan, juga realisasi DAK serta dana cukai rokok,” jelas Agus Sugiarto, Kamis (2/7/2026).
Menurut Agus, besarnya Silpa masih tergolong wajar. Sebab, pada tahun anggaran 2025 Pemkab Ponorogo juga menerapkan efisiensi di berbagai sektor. Kondisi tersebut turut memengaruhi realisasi sejumlah program yang telah direncanakan.
Data pemerintah daerah menunjukkan serapan belanja APBD juga belum optimal. Dari total anggaran sekitar Rp2,4 triliun, realisasi belanja hingga akhir tahun baru mencapai sekitar 90 persen. Sisanya kemudian tercatat sebagai Silpa pada penutupan tahun anggaran.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyebut ada proyek yang harus dievaluasi ulang menjelang akhir tahun. Proses evaluasi membuat pelaksanaan pekerjaan tidak dapat dilanjutkan sesuai jadwal. Dampaknya, anggaran yang telah disiapkan tidak bisa direalisasikan sehingga akhirnya menjadi Silpa.
“Proyek harus kami evaluasi ulang di akhir tahun, sehingga anggarannya tertunda dan berakhir menjadi Silpa,” kata Bunda Rita, sapaan Plt Bupati.
Pemkab Ponorogo menargetkan serapan anggaran tahun ini lebih tinggi. Langkah percepatan pelaksanaan kegiatan mulai disiapkan sejak awal tahun. Harapannya, serapan APBD 2026 bisa melampaui 95 persen dan nilai Silpa dapat ditekan.
“Target kami serapan APBD tahun ini bisa lebih dari 95 persen. Tentu Silpa ini akan kami manfaatkan kembali sesuai porsi yang ada,” pungkasnya. (end/kun)






