Siapa Dia

Anggota DPRD Cantik Ini Bantu Kesulitan Pelaku UMKM di Tengah Pandemi

Kediri (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 memukul berbagai sector ekonomi, termasuk Usaha Miko Kecil Menengah (UMKM). Untuk mengetahui kondisi mereka di tengah situasi sulit tersebut, Anggota DPRD Kota Kediri, Regina Nadya Suwono mengunjungi para pelaku UMKM di daerah pemilihannya.

Kunjungan tersebut berlangsung di Kelurahan Kemasan, Kota Kediri. Wakil rakyat berparas cantik tersebut melihat usaha pembuatan makanan ringan dan konveksi yang berasal dari anggota UMKM Karang Taruna setempat. Regina ingin memastikan, mereka mendapatkan perhatian lebih dari OPD terkait di Pemerintah Kota Kediri.

“Saya dari Komisi B memang ingin turun ke dapil, melihat langsung situasi UMKM di Kota Kediri karena masa pademi ini kan berdampak sekali sama UMKM. Banyak yang penghasilannya mungkin menurun.  Saya mau lihat langsung di lapangan, penjualannya ini bagaimana, prosesnya bagaimana. Dan harapannya bisa menampung aspirasi teman-teman khususnya karang taruna untuk bisa disampaikan ke mitra kami terkait, ada Disperindag, Disbudparpora dan Dinkop,” terang politisi muda Partai PDI-Perjuangan Kota Kediri itu.

Regina banyak menyerap aspirasi mereka. Diantaranya terkait dengan kendala yang tengah dihadapi. Ia ingin ada perhatian lebih dari OPD terkait di Pemerintah Kota Kediri, baik dalam hal pendampingan maupun fasilitas.

“Nah kalau kita nggak turun kan kita nggak tahu ternyata di Kemasan ini ada hasil UMKM yang sudah di ekspor ke Hongkong. Terus ada percetakan kaos yang sudah laris setiap harinya harus PO-PO terus atau Pre Order. Ini kan sebenarnya ada kesempatan tinggal pemerintah mau melihat, pemerintah ada political will atau tidak untuk membantu mereka. Dengan saya turun ini kami ada bukti kuat untuk dinas-dinas terkait agar bisa bergerak cepat. Jangan sampai dinas-dinas ini menggunakan korona menjadi alasan untuk tidak memperhatikan teman-teman pelaku UMKM,” tambahnya.

Terlebih di kondisi sulit ini, Regina ingin ada terobosan kreatif dari dinas terkait untuk membantu mereka yang mengalami penurunan omzet hingga 50 persen lebih.

“Jangan sampai sekali (pelatihan) kemudian dicolne atau dilepaskan karena mereka butuh pendampingan. Jangan sampai hanya lengah sampai disitu. Kemudian saya tanya, katanya hanya mendapatkan, contohnya booth gratis waktu CFD (Car Free Day) lha in kan sudah nggak ada CFD karena korona. Saya harap Pemerintah bisa lebih berpikir kreatif untuk memberdayakan mereka dengan tadi melihat kondisi di lapangan,”

Terpisah, Kepala Kelurahan Kemasan, Suntoro mengakui pemerintah cukup peduli dengan rutin menggelar pelatihan. Hanya saja seperti yang dikeluhkan para pelaku UMKM, tak ada tindak lanjut dari pelatihan tersebut.

“Perhatian sebenarnya ada, masih sekitar pelatihan-pelatihan saja. Ini kan perlu tindak lanjut terus pendampingan terus. Yang diharapkan teman-teman UMKM di Kemasan, selesai pelatihan jangan langsung selesai gitu. Ada pendampingan terus,” harap Suntoro.

Selain menyerap aspirasi para pelaku UMKM, Rere, sapaan akrab Regina, juga memberikan dukungan agar mereka tak menyerah dan tetap produktif di masa pandemi ini. Ia pun juga memborong produk-produk UMKM itu sebagai buah tangan. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar