Surabaya (beritajatim.com) – Setelah terpesona dengan keindahan supermoon, kini saatnya masyarakat Indonesia bersiap untuk menyaksikan fenomena langit yang tak kalah menakjubkan, yakni hujan meteor.
Kabar gembira ini menghampiri pada bulan Agustus 2023. Bahkan, momen ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik sepanjang tahun 2023 dikarenakan jumlah meteor yang melimpah.
Hujan meteor Perseid, yang berasal dari benda-benda luar angkasa, akan menghiasi langit selama 16 jam penuh. Tahun lalu, fenomena serupa bersamaan dengan Bulan Purnama, sehingga cahayanya mengganggu dan membuat keindahan meteor terhambat.
Namun, hujan meteor Perseid kali ini mendapat kesempatan sempurna dengan langit yang terangkat oleh bulan fase sabit yang hanya memiliki tingkat kecerahan sekitar 10 persen. Ini berarti, meteor-meteor redup akan terlihat indah dengan sangat jelasnya.
“Hujan meteor Perseid sering dianggap sebagai hujan meteor terbaik dalam setahun ini, karena tingkat aktivitasnya yang tinggi dan cuaca akhir musim panas yang begitu nyaman,” ungkap NASA melalui situs resminya.
BACA JUGA: Jenang Gunting Jadi Incaran Peziarah Haul Sunan Bonang Tuban
Momen puncak Hujan Meteor Perseid terjadi saat Bumi bergerak melalui puing-puing padat dari komet Swift-Tuttle. Di Indonesia, data dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN menunjukkan bahwa intensitas Hujan Meteor Perseid dapat mencapai 36 hingga 61 meteor per jam pada dini hari Minggu, tanggal 13 Agustus 2023.
Puncak dari fenomena menakjubkan ini dijadwalkan terjadi pada tanggal 12-13 Agustus 2023, pada pukul 11:00 WIB. Untuk menyaksikan keajaiban ini, dibutuh langit cerah, suasana gelap, dan sedikit kesabaran. Kalian juga tidak perlu memandang ke arah tertentu, karena meteor umumnya dapat dilihat di berbagai bagian langit.
Titik radian Hujan Meteor Perseid berada di sekitar rasi Perseus. Nama hujan meteor sendiri biasanya diambil dari lokasi titik radian tersebut.
Dikutip dari situs BRIN pula, hujan meteor adalah fenomena langit yang terjadi ketika batuan meteor melintasi atmosfer Bumi di luar angkasa. Saat Bumi melintasi orbit meteor, batuan-batuan tersebut jatuh ke atmosfer Bumi. Ketika memasuki atmosfer, meteor-meteor ini akan terbakar, menciptakan jejak merah menyala yang disebut “ekor” atau lebih dikenal sebagai komet.
Tak heran jika sejumlah meteor yang turun ke Bumi tampak seperti tetesan hujan yang indah, dan inilah sebabnya mereka disebut sebagai hujan meteor.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan keindahan alam ini yang jarang terjadi. Segera siapkan diri, saksikan langit, dan nikmati hujan meteor Perseid yang akan memukau mata kalian. (mnd/nap)






