Surabaya (beritajatim.com) – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan, berhasil mencetak laba positif di tahun 2023.
“Syukur Alhamdulillah, SGN berhasil mencapai target yang ditetapkan dengan laba bersih positif 2 digit dan EBIDTA diatas Rp 1 triliun,” ungkap Aris Toharisman, Direktur SGN, di Surabaya, Selasa (6/2/2024).
Keberhasilan ini diraih berkat kerja keras dan sinergi seluruh karyawan SGN dalam menjalankan strategi, tata kelola, dan program kerja korporasi.
Di tahun 2024, SGN siap menghadapi berbagai tantangan, seperti dampak El Nino, ketidakpastian harga gula domestik, impor gula, dan persaingan tebu giling yang semakin ketat.
SGN Dukung Swasembada Gula Nasional
Selain fokus pada kinerja internal, SGN juga mendapat penugasan dari Pemerintah melalui PTPN Holding untuk menjadi motor implementasi Perpres 40/2023.
“SGN berperan dalam mewujudkan swasembada gula dengan target perluasan area 179 ribu ha dan peningkatan produksi gula GKP hingga 2,2 juta ton pada 2028,” jelas Aris.
Saat ini, SGN terlibat dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pangan, Energi dan Kehutanan di Merauke dan telah memulai uji adaptasi varietas tebu unggul di sana sejak Desember 2023.
SGN Kembangkan Bioethanol
SGN juga berkolaborasi dengan Pertamina untuk mengembangkan bioethanol dari tetes tebu.
“Pembangunan pabrik bioethanol di Glenmore Banyuwangi dan Jatiroto Lumajang sedang dalam pembahasan,” kata Aris.
SGN Kelola Lahan HGU di Sulawesi
Mulai tahun 2024, SGN akan mengelola lahan HGU (Hak Guna Usaha) eks PTPN XIV di Sulawesi seluas 11 ribu hektar.
“Kami optimis SGN dapat meningkatkan protas dan rendemen tebu di Bone, Camming, dan Takalar,” ujar Aris.
SGN Siap Hadapi Tantangan 2024
Dengan strategi yang cermat dan matang, SGN yakin mampu mengatasi berbagai tantangan dan mencapai target yang ditetapkan di tahun 2024.
“Manajemen SGN akan terus bersinergi dan kompak untuk mewujudkan visi perusahaan,” pungkas Aris. [rea/ian]






