Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 30 desainer Surabaya menampilkan karya terbaiknya dalam gelaran Soerabaia Fashion Trend (SFT) 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Surabaya. Acara ini berlangsung mulai 17 hingga 20 Juli 2025 di Ciputra World Surabaya.
Salah satu koleksi menarik datang dari desainer Yunita Kosasih yang menghadirkan delapan busana bertajuk Still I Shine. Koleksi ini menampilkan sapuan desain yang lembut namun penuh makna, terinspirasi dari garis-garis tidak sempurna yang mencerminkan keberanian, keceriaan, dan keindahan manusia.
“Still I Shine adalah perayaan pancaran batin anak-anak Rumah Prestasi. Ekspresi seni mereka saya terjemahkan dalam koleksi busana yang kolaboratif bersama desainer tas Wiralagabae dan Viva Muda,” jelas Yunita Kosasih dalam konferensi pers, Jumat (18/7/2025).
Ia menambahkan, koleksi ini menggambarkan kepolosan yang diolah menjadi keanggunan, serta kerentanan yang diterjemahkan menjadi kekuatan. “Tekstur lembut dipadukan dengan struktur tegas. Warna-warna mekar lahir dari sketsa kekanak-kanakan yang emosional. Setiap pakaian menjadi kisah tentang ketahanan dan imajinasi,” tambahnya.
Sementara itu, desainer Elly Virgo turut memukau dengan koleksi bertema Abyssal Bloom, yang mengangkat keindahan laut dalam dan akar budaya Nusantara.
“Busana ini bercerita tentang pertemuan antara kedalaman samudra dengan kekayaan tradisi Indonesia. Saya menggunakan tenun lurik dan batik berpewarna alam untuk mengekspresikan motif-motif laut,” ujar Elly.
Warna yang digunakan dalam koleksi ini meliputi biru laut, hijau pirus, abu pasir, dan putih mutiara—seluruhnya mencerminkan nuansa laut, namun dituangkan di atas wastra lokal. Potongan busana mengalir bebas namun tetap tegas, merepresentasikan perempuan Indonesia yang lentur, eksotik, dan kuat.
“Motifnya terinspirasi dari kerang, ubur-ubur, karang, dan arus laut—disajikan dalam gaya etnik modern,” imbuh Elly.
SFT 2025 sendiri merupakan gelaran tahunan ke-3 yang diinisiasi IFC Surabaya. Tahun ini, acara berkolaborasi dengan Hi! Market dan mengusung tema besar “Is It Art Yet?”. SFT mengusung pendekatan minimalis dengan konsep trunk show yang intim, tanpa panggung utama.
Selain peragaan busana, rangkaian acara juga meliputi kompetisi fashion, workshop, serta talkshow inspiratif, menjadikan SFT sebagai wadah kreatif yang memadukan seni dan industri mode lokal. (way/but)






