Surabaya(beritajatim.com)– Bulan Puasa memang tentang cara kita menahan diri dari lapar dan haus, tetapi juga tentang cara kita untuk belajar mengelola waktu agar tetap produktif.
Setelah aktivitas harian yang padat, kita biasanya selalu menanti waktu berbuka dengan perasaan lelah dan bosan. Kebanyakan orang saat
menunggu waktu berbuka hanya bermain HP, padahal ada banyak kegiatan sederhana yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan waktu menjadi lebih berguna, seperti salah satunya adalah
merajut.
Merajut memang terdengar simple, bahkan ada yang menganggap kegiatan ini kegiatan yang sudah ketinggalan zaman dan tidak cocok untuk dilakukan saat ini, apalagi anak muda. Merajut
memeiliki keunikan tersendiri, seperti saat tangan bergerak fokus mengikuti pola, pikiran akan jadi lebih tenang serta teralihkan dari rasa lapar, haus atau lemas disiang hari karena pikiran kita fokus tertuju pada benang dan jarum rajut.
Selain melatih fokus dan mengalihkankan pikiran dari rasa lapar dan haus, kegiatan merajut juga melatih kesabaran kita. Dari setiap pola yang kita inginkan, pasti kita harus fokus dan penuh ketelitian agar pola yang kita inginkan itu terbuat dengan rapi. Kalau satu pola terlewat, benang
rajut pasti tidak akan membuat pola yang sesuai dan hasilkan akan berbeda.
Tak heran jika kegiatan merajut dikatakan sebagai salah satu kegiatan yang bermanfaat untuk melatih kesabaran, yang dimana hal itu juga identik dengan puasa sebagai pengendalian diri.
Uniknya lagi, hasil dari kegiatan merajut kita bisa menjadi barang yang berguna bahkan bisa dijual kembali untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kita bisa merajut untuk menghasilkan
tas kecil, gantungan kunci, selimut, hingga cardigan yang menarik dan diminati banyak orang, khususnya generasi muda.
Kegiatan merajut juga bisa menjadi aktivitas harian bersama keluarga untuk menghabiskan waktu bersama yang bermanfaat saat menunggu waktu berbuka. Kegiatan ini bisa menjadi sarana
kita dalam mengekspresikan kreativitas, dengan memadukan berbagai pola, warna, benang, hingga model sesuai dengan keinginan kita.
Proses memilih benang, memadukan warna, hingga menentukan hasil akhir yang unik
memberikan rasa puas tersendiri.
Kegiatan yang awalnya hanya seutas benang, perlahan berubah menjadi karya indah yang unik yang siap dijual. Dari situ kita bisa juga mendapatkan rasa
percaya diri yang lebih tinggi, karena kita berhasil membuat sesuatu dari kreativitas kita dengan usaha sendiri.
Di bulan puasa, kita harus bisa menjaga stamina dengan baik, aktivitas seperti merajut bisa menjadi pilihan yang tepat untuk tetap produktif karena tidak membutuhkan tenaga fisik yang
berlebih.
Waktu menunggu berbuka puasa pun akan terasa lebih cepat dan menyenangkan karena kita isi dengan kegiatan bermanfaat. [Wakhdah Alisa Berliana]






