Sidoarjo (beritajatim.com) – Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga kini merambah hingga ke sela-sela jari jemari ibu rumah tangga (IRT).
Bertempat di GKJW Sidoarjo, Jl. Kombespol no 66, Yayasan Bakti Lentera Kasih (YBLK) meluncurkan program kreatif bertajuk “Perempuan Merajut”.
Program yang dimulai sejak 19 Januari 2026 ini bertujuan untuk mengubah stigma negatif terhadap ibu rumah tangga yang selama ini sering dianggap tidak produktif secara ekonomi. Dengan keterampilan merajut, para ibu diharapkan mampu menciptakan produk bernilai jual dari rumah sendiri.
Mengubah Waktu Luang Menjadi Peluang Ekonomi
Pengurus Yayasan Bakti Lentera Kasih (YBLK) Sidoarjo, Retno Suryanti, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah pemberdayaan perempuan agar memiliki nilai tawar yang lebih tinggi dalam ekonomi keluarga.
“Sasaran kita adalah ibu-ibu rumah tangga. Kenapa? Karena seringkali mereka dipandang remeh karena dianggap tidak mempunyai nilai ekonomis atau tidak produktif. Kami berupaya memberdayakan mereka agar bisa menghasilkan sesuatu yang menambah perekonomian keluarga sekaligus meng-upgrade diri dengan pengetahuan baru,” ujar Retno Suryanti saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (9/2/2026).
Retno menambahkan bahwa visi jangka panjang dari program ini adalah membentuk komunitas Perempuan Pekerja Rumahan. Sebuah wadah di mana para ibu tetap bisa menjalankan peran domestiknya namun tetap memiliki penghasilan mandiri.
Diikuti Berbagai Kalangan, Bukan Sekadar Hobi
Meski target utamanya adalah IRT di lingkungan sekitar, antusiasme program ini rupanya juga menarik minat generasi muda.
Tercatat sekitar 25 hingga 30 peserta rutin mengikuti pelatihan yang diadakan setiap hari Senin, pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
“Pesertanya dari lingkungan sekitar dan warga umum. Ternyata perkembangannya bagus, bukan hanya ibu rumah tangga saja, anak muda juga ada yang ikut bergabung,” tambah Retno.

Target Keberlanjutan dan Pemasaran Digital
YBLK berkomitmen bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti pada tahap pelatihan saja. Rencana besar telah disiapkan untuk memastikan produk hasil rajutan para peserta dapat terserap oleh pasar.
Langkah-langkah strategis yang akan diambil antara lain:
Pemanasaran via Media Sosial: Memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pembeli yang lebih luas.
Pasar Rakyat: Mengadakan bazar atau pasar khusus untuk memamerkan karya peserta secara langsung.
Pendampingan Berkelanjutan: Memastikan produksi tetap berjalan konsisten dari rumah masing-masing.
“Harapannya ini adalah kegiatan berkelanjutan. Kami tidak berhenti sampai menghasilkan produk saja, tapi kami juga akan berusaha membantu memasarkan produk-produk yang dibuat, baik lewat medsos maupun pembuatan pasar nantinya,” pungkas Retno optimis.
Dengan adanya program ini, YBLK Sidoarjo menjadi pusat inkubasi ekonomi kreatif bagi warga sekitar, membuktikan bahwa dari titik nol di rumah, seorang perempuan bisa menjadi pilar ekonomi yang tangguh. (ted)






