Bojonegoro (beritajatim.com) — Salah satu program prioritas yang disampaikan oleh bakal calon bupati (Bacabup) Setyo Wahono saat menghadiri konsolidasi pemenangan di Pilkada Bojonegoro 2024 adalah masalah pertanian. Terutama penyediaan air untuk irigasi maupun rumah tangga, Minggu (22/9/2024).
Problema itu akan diatasi dalam waktu dua tahun jika dirinya mendapat amanah rakyat memimpin Bojonegoro. Janji tersebut disampaikan di hadapan para kader Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Konsolidasi Pemenangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Wahono-Nurul Azizah.
Konsolidasi digelar di Ballroom Adelia Resto, Jalan Ahmad Yani Bojonegoro, Sabtu (21/09/2024). Dihadiri oleh Ketua dan seluruh pengurus harian DPD PAN, jajaran DPC, perwakilan DPW PAN Jatim, para kader dan simpatisan. Serta para anggota DPRD dari partai yang berdiri pada 23 Agustus 1998 tersebut.
Ketua DPD PAN Lasuri menjelaskan tentang pilihannya mengusung pasangan Wahono-Nurul. Setelah itu anggota DPRD Bojonegoro itu memberikan penegasan kepada para peserta konsolidasi bahwa DPP PAN telah menginstruksikan keputusan rekomendasi ialah kepada Wahono-Nurul.
“Keputusan itu tidak boleh dipertanyakan kenapa dan mengapa. Ini komanditer instruksi yang harus diamankan dan harus dimenangkan, kira – kira siap?,” ujarnya.
Sementara itu, Bacabup Setyo Wahono ketika memperkenalkan diri sekaligus memamparkan tentang visi misinya bersama Nurul Azizah. Tagline yang diusung “Kemakmuran dan Kebanggaan”. Terdapat skala prioritas pada peningkatan produktifitas pertanian, sehingga Bojonegoro menjadi lumbung padi.
“Oleh karena itu insyaallah pada tahun pertama (jika menjadi bupati) yang ingin saya bangun adalah infrastruktur pertanian yang kaitannya dengan air. Baik dengan cara membangun embung baru, normalisasi bendungan, dan sebagainya,” ungkap Wakil Komisaris pada perusahaan gas itu.
“Termasuk air bersih, ini saja masih banyak warga yang kesulitan, maka insyaallah dalam dua tahun pemerintahan saya, semua (kebutuhan) air bersih harus sudah selesai,” lanjut Bacabup Setyo Wahono disambut applaus meriah seisi ruangan.
Putra mantan Kepala Desa (Kades) Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Mbah Kariman itu melanjutkan paparan tentang kebutuhan pupuk, pembentukan lembaga offtaker, perbaikan tata kelola pemerintah yang bersih, melayani dan akomodatif, serta mengurangi pengangguran.
Kemudian, Wahono melanjutkan, juga akan mempermudah perijinan berusaha, menurunkan angka kemiskinan, pendidikan, honor guru madrasah, pesantren, sampai tentang industri padat karya yang dianggap mampu mempercepat menurunkan angka kemiskinan.
“Kita juga harus mampu mengalokasikan APBD kita yang besar secara tepat, yang saat ini tembus Rp8,2 triliun. APBD ini bersumber paling banyak dari DBH Migas yang suatu saat akan habis, sementara PAD hanya Rp900 miliar. Untuk itu kami akan memaksimalkan potensi dan menciptakan inovasi-inovasi mendongkrak PAD dan mengangkat kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. [lus/aje]






