Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengambil lima langkah dalam mengantisipasi tren kenaikan angka kasus Covid-19. Salah satunya melibarkan pemerintah desa.
Bupati Hendy Siswanto sepakat bahwa perlu ketegasan dalam mendisiplinkan protokol 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) kepada masyarakat dan memeratakan vaksinasi. Selain itu, Pemkab Jember mengambil lima langkah konkret dan serius.
“Pertama, mengerahkan seluruh sumber daya anggaran, sumber daya sarana prasarana, dan sumber daya manajerial untuk menangani pandemi covid-19, di antaranya anggaran BTT (Biaya Tidak Terduga) untuk melakukan karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI),” kata Hendy, dalam sidang paripurna jawaban pandangan fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2020, di gedung DPRD Jember, Jumat (2/7/2021) siang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Kedua, lanjut Hendy, mengaktifkan posko PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) tingkat kecamatan dan desa, dengan menambah anggaran per kecamatan dan mengefektifkan dana desa untuk kegiatan penanganan covid-19.
“Ketiga, menertibkan masyarakat agar selalu melakukan protokol kesehatan dan menerapkan PPKM berbasis mikro, dengan mengeluarkan surat kepada camat sebagai pedoman dalam pembatasan kegiatan masyarakat di desa,” kata Hendy.
Pemkab Jember juga mewajibkan semua desa untuk memiliki isolasi mandiri, minimal 10 tempat tidur. “Kami juga melibatkan seluruh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama dalam upaya-upaya penanganan pandemi Covid-19,” kata Hendy.
Sebelumnya, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Jember meminta kepada pemerintah kabupaten agar betul-betul serius dan tidak gagap dalam mengantisipasi tren kenaikan Covid-19. “Pemkab Jember harus tegas dalam mendisiplinkan 5 M kepada masyarakat dan memeratakan vaksinasi,” kata Mufid, juru bicara FKB.
:Kami melihat kedisiplinan masyarakat terhadap 5M sudah mulai luntur. Padahal kedisiplinan terhadap protokol kesehatan adalah kunci untuk melawan Covid 19. Semoga para pemimpin memberikan teladan kepada masyarakat dalam kedisiplinan terhadap protokol kesehatan,” kata Mufid. [wir/kun]






