Jember (beritajatim.com) – Setelah membenahi infrastruktur jalan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Bupati Hendy Siswanto melirik sektor pariwisata, pendidikan, dan pertanian. Dia akan serius membenahi sektor ini.
“Dua tahun kebijakan kemarin pada 2021 dan 2022 kami berkonsentrasi pada perbaikan infrastruktur jalan dan penerangan jalan umum (PJU),” kata Bupati Hendy, Kamis (10/8/2023).
Hendy menyebut jalan urat nadi perekonomian. “Kalau orang hidup, otot-otot harus diperbaiki dulu. Itu sudah hampir 95 persen selesai,” katanya.
Infrastruktur lainnya yang menuntut perbaikan segera adalah rehab bangunan sekolah. “Ada sekolah-sekolah kita yang cukup lama tidak diperbaiki, sehingga ada beberapa lokal yang ambruk. Ada ratusan (bangunan) lokal,” kata Hendy.
Menurut Hendy, Pemerintah Kabupaten Jember membutuhkan anggaran Rp 250 miliar untuk memperbaiki bangunan-bangunan tersebut. “Sekitar 325 sekolah yang harus kami perbaiki. Bukan satu kompleks rusak semua. Hanya beberapa kelas yang rusak dan itu berisiko bahaya. Genteng-genteng kami turunkan, sehingga terlihat berlubang,” katanya,
Besarnya anggaran, menurut Hendy, membuat Pemkab Jember harus mengatur strategi. “Ini karena organisasi perangkat daerah lain membutuhkan, satu di antaranya adalah pariwisata,” katanya.
Pemkab Jember akan berfokus pada titik-titik destinasi wisata. “Selama dua tahun berjalan, usaha mikro kecil menengah (UMKM) sudah bergerak. Sekarang dikolaborasikan dengan wisata,” kata Hendy.
Kebijakan berikutnya adalah sektor pertanian. “Targetnya Jember wes wayahe mandiri pupuk dan mandiri pangan. Kami membuat pabrik pupuk organik. Salah satu daerah penyangga ketahanan pangan di Jawa Timur adalah Jember,” kata Hendy. [wir]






