Manchester (beritajatim.com) – Musim depan Manchester City bakal memasuki era “reformasi”. Bukan sekadar perombakan performa untuk menebus jebloknya musim ini. Melainkan juga merelakan kepergian beberapa personel senior. Salah satunya kapten Kevin De Bruyne.
Tadi malam, gelandang serang asal Belgia itu merilis semacam ucapan perpisahan di media sosialnya. KDB–julukannya–bakal mengakhiri karier bersama City pada akhir musim ini ketika kontraknya habis.
“Setiap kisah selalu memiliki akhir. Dan, inilah bagian terbaik. Mari kita nikmati bersama saat-saat terakhir ini!” petikan ucapan perpisahan De Bruyne.
Pemain 33 tahun tersebut tercatat telah memenangi segalanya bersama City. Mulai dari trofi domestik seperti Premier League, Piala FA, Piala Liga, hingga Community Shield. Di level antarklub Eropa dan dunia, dia juga memenangi Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.
Total, De Bruyne berkostum City selama 10 musim. Dia dibeli dari VfL Wolfsburg pada musim panas 2015. Selain gelar tim, De Bruyne juga menyabet beberapa penghargaan individu selama bersama City. Antara lain dua kali PFA Player of the Year, dua kali Premier League Player of the Season, dan empat kali Manchester City Player of the Season.
Sayangnya, De Bruyne gagal menutup musim pemungkasnya dengan manis. Sebab, City nyaris gagal total musim ini. Mereka dipastikan tanpa gelar di Liga Champions, Piala Liga, dan Premier League. Hanya menyisakan Piala FA yang lolos ke semifinal dan gelar hiburan Community Shield.
Apalagi, kondisi fisiknya juga menurun. Musim ini, dia hanya jadi starter di 19 laga dari 31 penampilan. Cedera hamstring sempat membuatnya absen 1,5 bulan.
“Dia (De Bruyne, Red) berperan krusial di ruang ganti. Dia berpengaruh terhadap pemain muda. Jiwa pemimpinnya sangat tinggi. Sangat sulit menggantikan perannya,” ujar tactician City Pep Guardiola dilansir BBC. (dio/ian)






