Sumenep (beritajatim.com) – Sapiuddin (71), warga Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, tiba-tiba meninggal di perahu saat mencari ikan di tengah laut.
“Korban meninggal dengan keluhan sesak nafas. Saat itu, korban tengah melaut menuju Perairan Giliraja,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Rabu (05/01/22).
Kejadian itu berawal ketika korban bersama 5 rekannya yakni Nur Hasan, Krisno, Haryono, Sunarto, dan Asturi, berangkat melaut dengan menggunakan perahu ‘Bungs Mawar’ menuju Perairan Giliraja.
[berita-terkait number=”5″ tag=”meninggal”]
“Saat perahu ditambatkan, korban dan rekan lainnya mulai memasang pancing ikan. Namun tak berselang lama, korban mengeluh sesak nafas. Korban sempat mendapatkan pertolongan dari temannya, namun nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia di atas perahu,” ungkapnya.
Teman korban pun langsung membawa korban pulang ke rumah keluarganya dan melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Kaduara Timur dan diteruskan ke Polsek Prenduan.
Setelah dilakukan pengecekan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Pragaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Keluarga korban pun tidak bersedia dilakukan otopsi terhadap jenazah korban dan membuat surat pernyataan. “Menurut keterangan istri korban, korban punya riwayat penyakit sesak nafas, paru-paru, asam urat, dan darah tinggi. Keluarga korban menganggap meninggalnya korban karena takdir,” ujar Widiarti. (tem/kun)






