Surabaya (beritajatim.com) – Berkolaborasi dengan Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), ratusan santri Pondok Pesantren Alif Laam Mim, Kebonsari Baru, Surabaya belajar mengenai edukasi makanan bergizi untuk dikonsumsi, Jumat (22/3/2024).
Ketua DPD PPJI JAWA TIMUR, Isnawan Budi Prasetyo mengatakan kegiatan positif ini menambah satu pengalaman baru untuk para santri.
Pentingnya mengenal menu gizi, pendampingan memasak dan menyajikan makanan, dan juga pemberian sumbangan untuk pondok pesantren ini sangat bermanfaat untuk kepentingan para siswanya sebagai generasi bangsa. Semoga kegiatan di bulan Ramadhan ini penuh berkahnya.
“Kegiatan pertama di hari Ramadan ini dapat menjadikan generasi yang sehat dan cerdas tentu dibutuhkan konsumsi makanan bergizi yang tepat. Penyelenggaraan makan ini perlu ditunjang oleh sarana dan prasarana dapur yang layak higiene pula dan PPJI turut membantu memberikan edukasi untuk pengetahuan mengenai makanan sehat serta pendampingan dalam memproduksi makanan dalam jumlah besar yang harus diberikan setiap harinya untuk para santri,” ungkapnya.
Sementara itu, Asrilia Kurniati Abdurohim Ketua DPC PPJI Surabaya, menambahkan bahwa PPJI senantiasa akan terus melakukan transformasi dan inovasi. Ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, dan melakukan pengembangan, perubahan ke arah yang lebih baik secara nasional.
Dalam perannya PPJI menginisiasi penyuluhan tentang memasak makanan sehat bergizi, ke sekolah dan pesantren di berbagai daerah. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang juga berkontribusi dalam penerapan langsung mengenai gizi ke peserta didiknya.
“Kegiatan program “PPJI Berbagi Berkah Ramadan Serta Edukasi Menu Gizi Seimbang di Pesantren diisi dengan berbagai kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari. Persiapan memasak di Dapur Pesantren Kota Alif Laam Miim dimulai dari penyerahan bahan baku makanan yang akan diolah di dapur pesantren bersama anggota PPJI. Kemudian dilakukan pemberian edukasi cara mengolah makanan sehat dan bergizi dengan benar,” ungkap wanita yang kerap disapa Leya ini.
Bahkan yang menarik dalam kegiatan seperti ini bisa dilakukan pendampingan memasak dari PPJI kepada pihak pesantren termasuk penyajian makanannya.
Sementara itu, salah santri kelas 10, Fatichiah Ariana menyambut baik dengan adanya edukasi seperti. Karena sebagai santri kita juga perlu menu makan apa yang baik dan bergizi untuk dikonsumsi apalagi para santri ini tinggal jauh dari orang tua.
“Senang sekali kami bisa belajar mengenal menu sehat, kadar menu sehat yang dikonsumsi setiap hari seperti apa dan porsinya bagaimana. Lebih lagi kita juga diajarkan cara memasak seperti apa lengkap ilmunya,” ujarnya.
Selain itu bukan hanya belajar mengenal menu gizi yang sehat, para santri juga menerima sumbangan sembako serta membantu memberikan asistensi dan konsultasi untuk meningkatkan kualitas penyediaan asupan makanan yang sehat dan bergizi di dapur pesantren maupun panti asuhan di seluruh Indonesia. (way/ian)






