Gresik (beritajatim.com)- Masih memperingati Hari Kemerdekaan ke 77 RI, rangkaian kegiatan lomba masyarakat masih berlangsung. Salah satunya di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Panitia setempat menyelenggarakan lomba dayung perahu tradisional diatas waduk.
Lomba mendayung ini, diikuti 24 peserta. Duapuluh orang dari desa se-Kecamatan Duduksampeyan, dan empat tim dari luar desa. Kegiatan ini setiap tahun diselenggarakan. Hanya vakum tahun lalu, karena tidak mendapat izin keramaian saat pandemi covid-19 tinggi.
Ada aturan yang disyaratkan oleh panitia dalam lomba dayung tradisional ini. Salah satunya, peserta tidak boleh membawa peralatan dayung sendiri. Kemudian, peserta tidak diperkenankan melintas batas tengah, serta tidak boleh menabrak perahu saat sama-sama mendayung. Bila itu terjadi maka panitia mendiskualifikasi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”HUT-RI”]
Selain diikuti peserta laki-laki, ibu-ibu PKK desa setempat juga turut memeriahkan lomba dayung. Kelucuan terjadi saat diberi aba-aba mendayung namun perahu yang ditumpanginya tidak sampai batas yang ditentukan sepanjang waduk sekitar 70 meter. Sebaliknya, malah balik ke tempat start.
Kepala Desa (Kades) Gredek, Abdul Ghofar mengatakan, lomba dayung tradisional ini setiap tahun digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke 77 RI. “Tahun lalu vakum karena pandemi covid-19 masih tinggi. Selain itu, panitia tidak mendapat izin dari pihak satgas,” katanya, Kamis (18/08/2022).
Sementara salah satu peserta Yuyun menuturkan, dirinya sempat kuatir tercebur di waduk. Namun, ketakutan itu sirna saat berusaha mendayung bersama rekannya tapi malah perahunya berbelok arah. “Perahunya berbalik arah mas susah juga mendayung perahu. Saya kira mudah seperti melihat di televisi,” pungkasnya sambil tersenyum. [dny/kun]






