Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menghadirkan kegiatan “Membangun Character Building, Training Motivation, dan Kebugaran Fisik melalui Outbound Kids” di UPT SMPN 1 Tuban. Program ini diinisiasi oleh dosen dari tiga fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Fakultas Ketahanan Pangan, serta Fakultas Vokasi.
Sebelum kegiatan outbound kids dimulai, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara UNESA dengan UPT SMPN 1 Tuban terkait pelaksanaan PKM Outbound Kids, disertai penyerahan tali asih dari kedua belah pihak. Kegiatan dipimpin oleh Prof. Dr. Nining Widyah Kusnanik, S.Pd., M.Appl.Sc. selaku Dekan Fakultas Ketahanan Pangan UNESA, berkolaborasi dengan Dr. Tutur Jatmiko, S.Pd., M.Kes. (Dosen Vokasi Kepelatihan Olahraga), dan Bapak/Ibu Dosen lainnya, serta mahasiswa Vokasi Kepelatihan Olahraga UNESA: Sabitha Early Rasendriya, Fitri Avita Sari, Novaldo Fazari Zaki Zawwa, dan Nimas Nur Azizah.
Sejak pagi, halaman SMPN 1 Tuban berubah menjadi arena belajar aktif yang dipenuhi gelak tawa dan semangat. Rangkaian icebreaking games seperti Kanan Kiri, Trek Jing, Senam Hari Minggu, Senam 1-2, Ram Tam Tam, hingga Benar Salah dirancang untuk memecah kekakuan, mengasah koordinasi gerak, melatih konsentrasi, dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Melalui aktivitas sederhana namun sarat makna ini, siswa belajar untuk sigap mengikuti instruksi, berpikir cepat, dan bekerja sama secara harmonis.
Guru PJOK UPT SMPN 1 Tuban, Dondi Satriyo Wahono, S.Pd., menambahkan, “Terima kasih, dengan adanya outbound ini siswa jadi belajar hal baru, pembelajaran olahraga yang menyenangkan, tidak membosankan, sehingga anak-anak menikmati olahraga dengan senang.”
Tidak berhenti di situ, sesi parallel games menjadi tantangan yang lebih strategis. Dalam permainan Colour Ball, siswa dilatih merencanakan langkah dan mengatur strategi bersama tim. Help Me memacu kerja sama dan rasa saling percaya antar anggota kelompok, sedangkan Loop Ball mengajarkan pentingnya perhitungan jarak, koordinasi, serta kecepatan respon. Puncaknya, Penjinak Bom menguji kepemimpinan dan toleransi, menuntut peserta untuk fokus sekaligus menjaga komunikasi agar “misi” berjalan sukses.
Menurut Prof. Nining, outbound bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi sebuah pendekatan pendidikan karakter yang komprehensif. “Kegiatan seperti ini memadukan pembelajaran motorik, psikologis, dan sosial. Kami ingin siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi tetap memiliki nilai pembentukan karakter yang kuat,” jelasnya.
Kepala UPT SMPN 1 Tuban, Umirindiyah, S.Pd., M.M., mengapresiasi penuh program ini. “Kami sangat senang adanya kegiatan ini, karena memberikan dampak positif kepada siswa. Ada refreshing-nya juga melalui outbound kids ini. Bila nanti ada kegiatan seperti ini, kami selalu terbuka. Program ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, dan SMPN 1 Tuban siap bersinergi,” ujarnya.
Kegiatan ini membawa dampak positif pada perubahan sikap siswa. Mereka menjadi lebih percaya diri, mampu mengambil keputusan cepat, dan berani mengemukakan pendapat di depan kelompok. Nilai-nilai ini menjadi bekal penting bagi pembentukan generasi yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Outbound Kids juga menjadi sarana mengintegrasikan kesehatan fisik dengan keterampilan sosial. Aktivitas fisik yang terencana meningkatkan kebugaran, sementara interaksi kelompok melatih empati, kepemimpinan, dan komunikasi efektif, sejalan dengan konsep pendidikan holistik yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan fisik.
Dengan konsep menyenangkan namun edukatif, PKM ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak hanya di kelas. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menciptakan pengalaman belajar yang memperkaya siswa, meninggalkan jejak positif, dan menjadi investasi karakter yang membentuk pribadi sehat, tangguh, dan berkarakter. (kun)








