Surabaya (beritajatim.com) – Kebiasaan masyarakat Indonesia lambat laun mungin berubah menjadi budaya, yang diyakini akan baik dan buruknya suatu hal bagi kehidupan. Beberapa di antaranya perihal kesehatan, seperti boleh dan tidaknya dilakukan.
Berbagai alasan di baliknya pun dipercaya dan dilestarikan dengan begitu baik sejak zaman dahulu kala. Namun, beberapa kebiasaan masyarakat Indonesia berikut ini ternyata dianggap salah secara medis, berikut di antaranya;
Mandi malam sebabkan rematik
Sejak zaman dahulu, masyarakat meyakini jika mandi pada malam hari dapat menyebabkan beragam penyakit mudah masuk, terlebih risiko mengalami rematik di kemudian hari.
Padahal secara medis hal ini tidak dibenarkan. Bahkan mandi di malam hari usai beraktivitas seharian juga cukup baik dampaknya bagi tubuh.
Salah satu dampak baik mandi malam itu untuk menghilangkan rasa lelah dan dapat meningkatkan khualitas tidur seseorang. Namun, jika kurang sehat bisa mandi menggunakan air hangat.
Kerokan saat masuk angin
Kondisi di mana seseorang merasakan mual dan badan meriang ini tidak hanya diobati dengan cara meminum obat. Masyarakat indonesia kerap mengatasinya dengan kerokan pada bagian punggungnya.
Ternyata meski hal ini dirasa cukup ampuh, namun secara medis hal ini tidak disarankan. Alih-alih angin dalam tubuh keluar justru membuat pembuluh kapiler tepi pecah. Sehingga tak ayal jika kemudian gejala masuk angin muncul kembali.
Penderita cacar air tidak boleh mandi
Banyak orang beranggapan bahwa seseorang yang menderita cacar air atau campak tidak diperkenankan untuk mandi atau terkena air. Hal ini dipercaya jika air terkena kulit yang menderita cacar, maka akan mudah menyebar dan butuh waktu lama untuk sembuh.
Secara medis hal ini dianggap salah, karena justru kulit yang terkena cacar harus rutin dibersihkan agar dapat sembuh dengan segera dan dapat meminimalisir penyebarannya. Selain itu tidak lupa konsumsi obat untuk mengatasinya.
Demam dilarang mandi
Meningkatnya suhu dalam tubuh hingga timbulnya gejala-gejala lain membuat seseorang enggan untuk mandi. Hal ini tentu tak lepas dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang meyakini bahwa hal tersebut dapat membantu meminimalisir risiko semakin parah.
Nyatanya dengan mandi, suhu tubuh yang tadinya cukup tinggi bisa menurun. Namun, jika demam disertai dengan gejala menggigil bisa menggunakan air hangat. Selain dapat menurunkan, mandi juga untuk membersihkan tubuh dari virus dan bakteri yang menempel.
Memakai pakaian tebal saat demam
Selain dilarang mandi, sebagian masyarakat indonesia juga percaya bahwa seseorang yang sedang demam tidak disarankan untuk memakai pakaian yang tipis. Tak ayal jika mereka kerap memakaikan pakaian yang tebal, bahkan ditambahkan pula dengan selimut.
Namun, ternyata secara medis cara ini tidak dibenarkan. Justru pakaian tebal membuat suhu panas dalam tubuh tidak bisa keluar. Bahkan, tak jarang dalam banyak kasus yang terjadi pada anak-anak justru hal tersebut dapat membuat mereka kejang-kejang. (Fyi/ian)






