Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang tentu tak luput dari sesuatu yang dianggap buruk atau negatif. Bahkan tak sedikit yang menjadikannya sebagai kebiasaan. Baik dilakukan dengan kesadaran penuh maupun tanpa sadar.
Tak ayal jika kebiasaan buruk itu terus dilakukan, pasti dalam kurun waktu tertentu akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan, mental, hingga membuat aktivitas lain terganggu. Ujung-ujungnya justru hanya menyisahkan penyesalan.
Agar hal tersebut tidak terjadi, maka mulai dengan meminimalisir. Namun, jika memungkinkan sebaiknya segera dihilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut.
Hindari segala sesuatu yang membuat stres
Seseorang yang kerap merasa stres atau depresi memiliki kemungkinan paling besar untuk melakukan hal-hal buruk. Maka tak heran jika mengurangi level stres dapat menghindarkan diri dari segala aktivitas yang tidak berfaedah dan negatif.
Jauhi hal yang menjadi pemicu
Setiap kebiasaan buruk tentu ada pemicunya. Misalnya kebiasaan datang telat ke kantor karena sering begadang. Maka kuncinya hanya perlu menghindari hal tersebut. Pastikan jam tidur yang cukup dan teratur. Terlebih jika tidak ada pekerjaan yang mendesak untuk segera diserahkan.
Cari alternatif kebiasaan
Menghilangkan aktivitas yang sudah menjadi kebiasaan memang tak semudah yang dibayangkan. Terlebih hal-hal buruk yang mungkin dianggap lebih nyaman untuk dilakukan. Namun, hal tersebut bisa mulai dihindari dengan mencari alternatif kebiasaan lain yang lebih berfaedah.
Fokus dengan tujuan
Kebiasaan buruk tidak akan hilang jika seseorang hanya berfokus pada masalahnya. Padahal yang lebih penting justru fokus dengan tujuannya.
Misalnya dalam kebiasaan telat kerja, fokuskan pada tujuan awal bekerja. Mungkin ingin mendapatkan promosi jabatan. Dengan begitu secara tidak langsung kebiasaan telat akan berkurang.
Berubah dengan tujuan diri sendiri
Kebiasaan buruk sebaiknya diatasi dengan tujuan memperbaiki diri sendiri. Bukan karena alasan atau pengaruh dari orang lain. Karena segala pilihan tersebut nantinya hanya diri sendiri yang menjalankan serta merasakan.
Latih disiplin
Semua kebiasaan buruk itu akan kembali terulang jika tidak ada disiplin diri dari masing-masing individu. Tak ayal perlunya latih disiplin secara perlahan dan bertahap, terlebih jika memang dirasa cukup memberatkan. (Fyi/ian)






