Jember (beritajatim.com) – Akibat sering banjir, Bupati Hendy Siswanto memerintahkan jembatan yang menghubungkan Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, dengan Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diperbaiki segera.
Jembatan itu dilebarkan dari tiga meter menjadi lima meter. Dari masa kontrak pengerjaan selama lima bulan, pembangunan jembatan tersebut diharapkan selesai dalam waktu tiga atau empat bulan.
Banjir besar sempat terjadi pada 2021 dan 2022. Beberapa lokasi terdampak, karena aliran air yang terhalang pilar jembatan mengalir ke rumah-rumah warga sekitar.
“Jembatan ini salah satu handicap problem banjir. Ada konstruksi baru, jembatan ini tanpa pilar,” kata Bupati Hendy Siswanto, ditulis Selasa (2/7/2024).
“Kalau banjir terjadi di sini, maka rumah Pak Bupati tenggelam juga. Dengan dihilangkannya pilar, insyaallah aliran air akan lebih lancar dan mengurangi limpahan air ke rumah warga,” kata Hendy.
Selain untuk mencergah banjir, pelebaran badan jembatan juga memperlancar akses transportasi. “Kendaraan bisa saling salipan,” kata Hendy.
Hendy sempat bertemu warga setempat kemarin. “Warga menyampaikan: mana janjinya? Janji sudah kami selesaikan, cuma kena banjir lagi. Perbaikan dinding penahan tanah rumah warga memakai bronjong. Aliran sungainya sangat besar. Bronjong yang kami perbaiki jatuh lagi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember membuat bronjong di sungai tersebut, sehingga rumah warga tidak kebanjiran. “Tapi kurang sempurna, sehingga kena banjir lagi. Kami akan siapkan perbaikan kembali agar lebih aman,” kata Hendy.
Menurut Hendy, bronjong adalah penahan sementara. “Kami sesuaikan dengan anggaran yang kami miliki, Kami sudah melakukan MOU dengan Balai Besar (Wilayah Sungai). Sungai ini memang tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jatim, tapi Pemkab Jember juga boleh memperbaiki,” katanya. [wir]






