Sumenep (beritajatim.com) – Seribu lebih santri dari berbagai pondok pesantren memanfaatkan program mudik gratis yang digelar Pemkab Sumenep. Para santri asal Sumenep tersebut mudik menggunakan kapal laut.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep, Yayak Nurwahyudi menjelaskan, sampai saat ini tercatat ada 1.186 santri yang memanfaatkan program mudik gratis. Kemudian 317 santri lainnya juga telah terdaftar untuk keberangkatan berikutnya.
“Program mudik gratis bagi santri ini merupakan bagian dari program mudik gratis lebaran. Karena santri liburnya saat awal Ramadhan, maka mereka memanfaatkan program ini lebih awal,” terangnya, Selasa (25/02/2025).
Disperkimhub Sumenep menyediakan kapal laut sebagai moda transportasi utama dalam program mudik gratis bagi santri. Selain efisiensi biaya, pemerintah juga menargetkan kenyamanan dan keselamatan santri dalam perjalanan menuju kampung halaman mereka.
“Ini bentuk kepedulian Pemerintah Daerah kepada para santri, untuk meringankan biaya transportasi yang harus dikeluarkan saat pulang ke kampung halaman,” ujar Yayak.
Ia menambahkan, untuk program mudik gratis bagi masyarakat umum tetap akan dibuka seperti biasa, di bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri.
Beberapa santri yang telah memanfaatkan program mudik gratis ini diantaranya santri dari Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo dan Pondok Pesantren Salafiyab Syafiiyah Sukorejo. Kemudian santri dari Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk yang akan pulang kampung ke kepulauan. (tem/ian)






