Pacitan (beritajatim.com) – Di tengah serapan gabah yang masih minim oleh Badan Urusan Logistik (Bulog), harga gabah kering panen (GKP) yang mencapai Rp6.500 per kilogram memberikan angin segar bagi para petani di Pacitan. Harga tersebut dinilai ideal dan cukup menguntungkan di musim panen tahun ini.
Kepala Cabang Perum Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengungkapkan bahwa hingga awal April 2025, serapan gabah dari petani di wilayah Pacitan baru mencapai 950 ton setara beras dan 575 ton GKP. Padahal, target serapan setara beras untuk wilayah ini mencapai 2.171 ton.
“Penyerapan masih jauh dari target. Namun kami tetap berupaya maksimal menyerap hasil panen petani dengan harga sesuai ketentuan, yakni Rp6.500 per kilogram,” jelas Budiwan.
Di sisi lain, petani mengaku cukup terbantu dengan harga pasar yang stabil. Tumadji, petani asal Desa Kembang, Pacitan, mengatakan hasil panen musim penghujan kali ini relatif bagus. Meski produksi tidak meningkat drastis, serangan hama tergolong ringan dibanding tahun sebelumnya.
“Cuma waktu awal tanam banyak keong emas yang makan benih padi. Tapi panennya lumayan bagus dan harga juga cocok,” ujarnya.
Meski demikian, petani tetap berharap peran Bulog dalam menyerap gabah bisa ditingkatkan untuk menjaga stabilitas harga dan keberlanjutan produksi. [tri/beq]






