Bojonegoro (beritajatim.com) – Harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Bojonegoro kembali turun di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Kondisi tersebut terjadi saat musim panen pertama pada 2025.
Berdasarkan pantauan di sejumlah kecamatan, harga GKP di Bojonegoro pada April 2025 hanya berkisar antara Rp5.100 hingga Rp5.300 per kilogram.
“Di Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, hari ini harganya Rp5.300 per kilogram,” ungkap seorang petani, Mbah Yik, Kamis (10/4/2025).
Hal serupa disampaikan Sunhaji, petani dari Desa Simorejo, Kecamatan Kanor. “Di sini juga Rp5.300, jauh di bawah harga Bulog yang seharusnya Rp6.500,” keluhnya.
Sementara itu, Man Agus, petani asal Desa Sumberejo, mengaku harga gabah di wilayahnya bahkan lebih rendah. “Kemarin hanya Rp5.100 per kilogram,” ujarnya.
Menanggapi rendahnya harga gabah di tingkat petani, Kepala Bulog Cabang Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja, mengakui bahwa keterbatasan serapan Bulog turut memengaruhi harga gabah di tingkat petani, terutama saat puncak panen Maret-April 2025.
“Awal Januari lalu, harga gabah sempat tembus Rp7.000 per kilogram, bahkan lebih tinggi di wilayah Tuban. Saat itu, petani enggan menjual ke Bulog karena HPP hanya Rp6.500,” ujarnya.
Saat ini, Ferdian menyatakan, serapan gabah di wilayah kerjanya (Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan) telah melampaui target. “Serapan gabah kami sudah lebih dari 100% dari target pemerintah,” jelas Ferdian.
Dia memaparkan, target serapan gabah Bulog Bojonegoro untuk periode Januari-April 2025 adalah 21.349 ton. Namun, hingga 8 April 2025, realisasinya sudah mencapai 21.813 ton atau 102% dari target.
“Pencapaian ini tidak hanya di Bojonegoro, tetapi juga mencakup wilayah Tuban dan Lamongan,” tambahnya.
Ferdian menambahkan, meski serapan sudah melebihi target, Bulog tetap berupaya menyerap gabah petani seoptimal mungkin. Program pembelian gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram akan tetap berjalan hingga 30 April.
“Kami memperkirakan realisasinya bisa mencapai 125% dari target. Namun, kami tetap akan berusaha semaksimal mungkin sesuai kapasitas serapan,” pungkas Ferdian. [lus/beq]






