Surabaya (beritajatim.com) – Sepekan sudah KH Marzuqi Mustamar dicopot dari jabatannya sebagai Ketua PWNU Jatim. Kabarnya, PBNU bakal menetapkan pengganti Kiai Marzuqi dua pekan ke depan.
Sejak pencopotan Kiai Marzuqi, kondisi Kantor PWNU Jatim di Jalan Masjid Al-Akbar Timur No. 9, Gayungan, Surabaya, terlihat sepi. Tak ada aktivitas dari pengurus PWNU Jatim.
Pantauan beritajatim.com, hanya terlihat beberapa staf kantor PWNU Jatim yang berlalu-lalang di area lobi gedung. Serta sejumlah tamu yang sekadar bertanya di meja resepsionis kantor.
“Sejak viral (berita pencopotan Kiai Marzuqi dari jabatan Ketua PWNU Jatim, red) itu, kondisinya ya sepi,” ujar salah seorang narasumber di lokasi, Kamis (4/1/2024).
Sekilas tak ada yang menarik. Di depan pintu lobi gedung hanya terparkir mobil operasional bertuliskan PWNU Jatim. Sedangkan di sisi gedung, hanya tampak karyawan yang tengah berbenah.
Diketahui, dalam waktu dua pekan ke depan, sosok pengganti Kiai Marzuqi akan diputuskan. Penunjukan Ketua PWNU Jatim yang baru itu bakal dilakukan lewat rapat pleno gabungan.
Salah satu sosok pengganti Kiai Marzuqi sebagai Ketua PWNU Jatim adalah Ketua Bidang Keagamaan PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur.
Hal itu diungkapkan sendiri oleh Gus Fahrur usai rapat harian PBNU. Di mana, salah satu isi pembahasan dalam rapat itu adalah terkait penentuan Ketua PWNU Jatim yang baru.
“Ada beberapa nama disebut. Termasuk nama saya,” ungkapnya.
Sedangkan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf menjelaskan, kewenangan merekomendasikan calon pengganti Ketua PWNU Jatim ada di tangan Rais Syuriah.
“Untuk penggantinya sementara itu bisa melalui pleno dan itu dipimpin oleh Rais Syuriah. Jika itu tidak dilaksanakan, akan diambil keputusan oleh PBNU, bisa ditunjuk, tergantung situasi dan kondisinya,” kata Gus Ipul.
Seperti diberitakan sebelumnya, KH Marzuqi Mustamar diberhentikan oleh PBNU sebagai Ketua PWNU Jatim. Hal itu tercantum dalam surat yang dikeluarkan PBNU bernomor 274/PB.01/A.II.01.44/99/12/2023.
Surat keputusan pemberhentian itu ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf, Rais Aam KH Miftachul Akhyar, dan Katib Aam KH Akhmad Said Asrori. [ipl/beq]






