Jember (beritajatim.com) – Para pengunjung wisata diharapkan mengurangi kunjungan ke pantai di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyusul terjadinya dua kali gempa dalam sepekan. Gempa terjadi pada Senin (13/12/2021) dan Kamis (16/12/2021).
Imbauan ini disampaikan Bupati Hendy Siswanto, saat mengunjungi sejumlah rumah warga yang menjadi korban gempa bumi. “Kami berharap (kunjungan ke pantai) agak dikurangi, karena (di) lokasi ini terjadi gempa beberapa hari ini,” katanya.
Gempa pertama tidak begitu terasa karena pusatnya berjarak relatif jauh dari Jember. Berbeda dengan gempa kedua yang berpusat pada kedalaman 10 kilometer perairan Jember. “Kalau jaraknya lebih dekat lagi (dengan pantai), lebih berbahaya lagi. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi. Masyarakat yang berwisata ke pantai, kurangi dulu. Cari tempat wisata yang lain,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gempa-jember”]
Hendy tak akan menutup pantai dari pengunjung. Namun ia berharap warga setempat bisa ikut mengingatkan pengunjung.
Pantai Watu Ulo menjadi daerah paling terdampak, karena dekat dengan pusat gempa berkekuatan 5,1 skala richter itu. “Karena sangat dekat Pantai Watu Ulo di daerah Ambulu, pengaruhnya lumayan kencang. Banyak rumah retak yang harus dirobohkan, diperbaiki, karena berbahaya kalau begini. Beberapa tempat kami lihat (bangunan) patah sampai ke bawah dan ini perlu dibongkar semua dan didirikan baru. Itu yang paling aman,” kata Hendy. [wir/but]






