Surabaya (beritajatim.com) – Sengketa gedung SMK Prapanca 2 Surabaya berakhir damai usai dimediasi Polrestabes Surabaya. Rencananya, Senin (4/9/2023) besok, kunci gembok sekolah bakal dibuka oleh polisi.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana mengungkapkan, kedua belah pihak sudah sepakat berdamai. Persoalan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan tanpa tuntutan apapun.
“Alhamdulillah kedua pihak dengan kepala dingin sepakat bersama-sama membuka gembok pagar pintu SMK Prapanca 2 pada Senin, tanggal 4 September 2023 besok,” kata Mirzal, Minggu (3/9/2023).
Kabar ini tentu membawa angin segar bagi pqra siswa, pihak yayasan, bahkan para orang tua siswa. Sebab sudah berbulan-bulan, para siswa itu harus nebeng dan berpindah-pindah tempat untuk belajar.
Terakhir, sebanyak 97 siswa harus mengungsi belajar di gedung kampus Stikosa-AWS. Sebelumnya mereka juga sempat menempati gedung SMK Prapanca 1. Diketahui, Stikosa-AWS dan SMK Prapanca merupakan lembaga di bawah naungan YPWJT.
BACA JUGA:
Sengketa Gedung SMK Prapanca 2 Selesai, Siswa Bisa kembali Belajar di Gedungnya
“Proses belajar masih tetap berjalan tapi sangat memprihatinkan karena tidak memenuhi standard pembelajaran yang benar sesuai Kurikulum Merdeka,” ungkap Gugus Legowo, Kepala SMK Prapanca 2 Surabaya.
Diketahui, sebelumnya gedung SMK Prapanca 2 Surabaya terlibat sengketa dengan Soewandi, kepala sekolah yang lama. Kala itu ia tak terima diberhentikan oleh pihak yayasan karena usianya sudah menginjak masa pensiun. Namun kini Soewandi sudah sepakat berdamai dengan pihak YPWJT tanpa menuntut apapun.
Sementara dari informasi yang diterima beritajatim, pembukaan segel gedung SMK Prapanca 2 akan dilakukan oleh Kapolrestabes Surabaya Kombespol Pasma Royce, Senin (4/9) besok, pukul 09.00 WIB. [ipl/suf]






