Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 7 bangunan di Kabupaten Pamekasan, rusak akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam sepekan terakhir, khususnya sejak awal Januari 2024.
Dari tujuh bangunan tersebut, dua di antaranya merupakan SD Negeri Sumber Waru 3 Kecamatan Waru, dan masjid di Dusun Jateh, Desa Labbek, Kecamatan Pakong, rusak akibat cuaca ekstrem, Jum’at (5/1/2024) kemarin.
“Sejak awal Januari 2024 ingga saat ini, terdapat 7 bangunan di Pamekasan, rusak akibat cuaca ekstrem. Dua di antaranya bangunan SDN Sumber Waru 3, masjid di Desa Pakong,” kata kata Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Sabtu (6/1/2024).
Kejadian terbaru, lima bangunan di dua desa berbeda di Kecamatan Pakong, Pamekasan, rusak akibat cuaca ekstrem. Selain satu masjid di Desa Lebbek, angin kencang juga merusak 4 bangunan berbeda di Desa Pakong, Kecamatan Pakong.
Baca Juga: 1 Masjid dan 4 Rumah di Pamekasan Rusak Akibat Cuaca Ekstrem
Sebelumnya cuaca ekstrem juga terjadi di Kecamatan Waru, Pamekasan. Meliputi SD Negeri Sumber Waru 3, serta satu bangunan milik warga di Dusun Pao Laseng, Sumber Waru, Waru, Pamekasan, beberapa waktu lalu.
“Maka dari itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan dan kehati-hatian khususnya memasuki musim penghujan seperti saat ini,” imbaunya.
Berdasar data BPBD Pamekasan, sebanyak 27 peristiwa cuaca ekstrem terjadi di Pamekasan, selama 2023 lalu. Jumlah tersebut tersebar di berbagai desa dan kecamatan di Pamekasan.
Termasuk juga bencana banjir yang terjadi sebanyak 6 kali kejadian, serta sebanyak 39 bencana longsor yang terjadi di kabupaten Pamekasan, sejak Januari hingga Desember 2023 lalu. [pin/ted]






