Ponorogo (beritajatim.com) – Pecel sudah lama identik sebagai kuliner khas Mataraman, termasuk Ponorogo. Namun, Warung Juanda Cinta Buk Tin ini, berhasil menghadirkan inovasi otentik yang belum ada sebelumnya, yakni nasi pecel ayam lodho.
Jika biasanya pecel hanya ditemani sayuran segar dengan siraman sambal kacang, di warung ini sajian itu mendapat sentuhan berbeda. Kuah ayam lodho yang gurih pedas berpadu dengan bumbu kacang, menghadirkan rasa baru yang langsung memikat lidah. Perpaduan dua kuliner khas Jawa Timur ini menjadikan nasi pecel ayam lodho sebagai menu andalan di warung yang berada di Jalan Juanda Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo ini.
Pemilik warung, Ribut Yudiono menceritakan awalnya hanya menjual ayam lodho. Namun banyak pelanggan datang sejak pagi, saat ayam lodho terasa terlalu berat untuk sarapan. Dari situlah dirinya mencoba menyajikan nasi pecel. Belakangan, muncul ide untuk menggabungkan keduanya.
“Kita setiap hari itu sebenarnya kalau makan pecel itu tidak ‘waleh’ (bosan), terus saya cobalah mix pecel ini dengan ayam lodho,” kata Ribut, ditulis Minggu (21/9/2025).
Ternyata ide Ribut itu membawa hasil luar biasa. Pecel ayam lodho langsung disukai pelanggan, terutama kalangan pekerja kantor dan warga kota yang mencari menu makan siang berbeda. Setiap harinya, kurang lebih seratus porsi pecel ayam lodho habis terjual. Harga menu ini pun cukup ramah kantong, berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per porsi, tergantung ukuran potongan ayam.
“Ya ini menu yang lumayan unik, karena umumnya di Ponorogo, pecel biasanya dipadukan dengan kuah kari, tapi kalau pecel lodho baru di kita,” ungkap Ribut.
Nining Arining, salah satu pengunjung Warung Juanda Cinta Buk Tin mengaku tak pernah bosan menikmati pecel ayam lodho. Menurutnya, sajian ini menjadi jawaban atas dua kesukaan sekaligus, yakni pecel dan ayam lodho.
“Rasanya bikin nagih. Kalau lodho umumnya kan tidak dipadukan dengan nasi pecel, kalau ini dipadukan dengan nasi pecel, enak mantap,” katanya.
Nining juga menilai penggunaan ayam kampung tak mengurangi kelembutan dagingnya. Justru, disajikan di atas alas daun jati, pecel ayam lodho memberi pengalaman makan yang semakin khas.
“Kuahnya jadi lebih lezat, jadinya sering makan di sini. Soalnya baru ada di sini juga kalau menu nasi pecel ayam lodho,” pungkasnya. (end/but)






