Ponorogo (beritajatim.com) – Jangan pernah tinggalkan shalat, karena ada jutaan manusia di dalam kubur, yang ingin kembali hidup, hanya untuk bersujud kepada Allah. Kalimat itu tertulis di banner yang terpasang di Future House Coffee. Sebuah warung kopi di Ponorogo, yang memiliki lokasinya tidak biasa, dan tidak umum layaknya sebuah warung kopi. Warung kopi itu, terletak di komplek Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kaliombo di Dusun Krajan Kelurahan Cokromenggalan Ponorogo. Ngopi di warung itu, tentu akan membuat sensasi dan pengalaman yang sangat berbeda, bahkan mungkin tak terlupakan, bagi warga yang mengunjunginya.
“Warung kopi ini buka sudah kurang lebih 2 tahunan ini. Sejak adanya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Cekok dengan Kelurahan Cokromenggalan dan kebetulan melewati jalan di area makam,” ungkap Pemilik Future House Coffee, Rio Agung, Minggu (11/08/2024).
Tak hanya soal suasana, warung kopi di komplek makam ini, juga menawarkan menu sederhana namun menggugah selera. Dari kopi khas yang nikmat, nasi bungkus yang praktis, hingga aneka gorengan untuk dinikmati sambil bersantai. Semua anekan minuman dan makanan itu, ditempatkan di sebuah wadah yang sudah dibuat khusus di atas motor Vespa milik Rio. Warungnya mulai buka sejak pukul 06.00 WIB hingga jelang adzan magrib.
“Ya sengaja dibuat tempat khusus di atas vespa, biar mudah nantinya saat pulang,” kata warga Kelurahan Cokromenggalan itu.
Rio Agung menjelaskan bahwa ide membuka warung kopi di lokasi pemakaman ini, muncul dari keinginannya untuk menawarkan sesuatu yang unik dan tidak biasa. Lokasi yang tak biasa ini, membuat warung kopi ini memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi mereka yang mencari pengalaman ngopi yang berbeda. Ada puluhan orang yanh setiap harinya singgah di warung tersebut.
“Mungkin banyak orang yang berpikir ngopi di area pemakaman itu menyeramkan, tapi justru di sini suasananya damai dan membuat kita lebih santai,” katanya.
Dwi Prasetyo, salah satu pengunjung mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sudah tahu lama, ada warung kopi yang letaknya di area pemakaman. Namun, dirinya baru sempat berkunjung di Future House Coffee. Pertama kalinya ini, tidak membuat dirinya terkesan warung kopi tersebut seram karena berada di pemakaman.
“Ya perasaan saya seperti ngopi di warung kopi lainnya. Mungkin karena di siang hari, jadinya tidak terkesan seram atau mistis gitu,” ungkap Dwi Prasetyo.
Ia menilai tempatnya enak, soalnya juga dekat dengan sungai. Saat sore hari suasana teduh, jadi enak saja jika dibuat ngobrol sama teman sambil merasakan nikmatnya kopi. Kebetulan lagi, tempatnya ramai, karena adanya jembatan gantung yang berdiri sekitar 2 tahun lalu.
“Banyak orang yang lewat jembatan, jadi ramai kalau siang ya tidak terkesan seram. Kalau sore hari asyik, tempatnya jadi teduh karena tertutup pepohonan, bisa juga disambi dengan mancing karena dekat sungai,” pungkasnya. [end.aje]






