Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang waktu berbuka, kawasan Masjid Ampel, Jalan Ampel Kembang, Surabaya, berubah menjadi surga kuliner dadakan. Hiruk-pikuk pedagang dan pembeli menciptakan atmosfer yang khas, mengundang siapa saja untuk merasakan sensasi berburu takjil di tengah suasana Ramadhan yang begitu kental.
Wisatawan yang datang ke kawasan ini tak hanya mencari makanan, tetapi juga menikmati perjalanan spiritual di Kampung Arab yang ikonik. Aroma rempah khas Timur Tengah tercium di sepanjang jalan, berpadu dengan suara pedagang yang menawarkan dagangannya.
Di sini, pengunjung bisa menemukan berbagai jajanan seperti kue lumpur, sambosa, martabak, hingga es permen karet yang sempat viral beberapa tahun lalu.
Bagi Hafidz, seorang pengunjung asal Jombang, Ampel bukan sekadar tempat berburu takjil. “Makanannya banyak, apalagi banyak ilmu yang bisa saya peroleh dari kajian di masjid,” katanya, Kamis (6/3/2025).
Hafidz yang sedang libur kerja memilih langsung berangkat dari Jombang agar bisa menikmati suasana Ramadhan di kawasan ini. “Saya berangkat agak siang, sampai sini saya berteduh langsung di masjid,” tambahnya.
Indira Pratiwi, warga Rungkut, juga punya alasan tersendiri mengapa Ampel selalu menjadi pilihannya saat Ramadhan. “Rasanya otentik seperti makanan Timur Tengah, jadi saya ajak keluarga untuk berbuka puasa di sini,” ucapnya. Ia menyebutkan bahwa nasi mandhi, biryani, dan kebab menjadi favorit keluarganya.
Ampel memang menawarkan lebih dari sekadar hidangan berbuka. Di sela-sela berburu makanan, pengunjung bisa menyusuri deretan toko yang menjual baju muslim, wewangian khas Arab, hingga berbagai jenis kurma.
Nuansa perkampungan yang khas semakin terasa saat melangkah lebih dalam ke area masjid, di mana banyak jamaah duduk bersila, membaca Al-Qur’an, dan mendengarkan kajian agama sambil menunggu waktu berbuka.
Saat adzan Maghrib berkumandang, suasana di Ampel berubah. Para pengunjung berkumpul, menikmati hidangan yang mereka beli sambil berbagi cerita dengan keluarga dan teman. Momen berbuka puasa di kawasan ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang kebersamaan dan keberkahan Ramadhan yang terasa begitu hangat. [way/beq]






